Berikut ini adalah analisa apakah ekspansi bisnis saat ramadan akan berjalan efektif. Yuk simak analisa lengkapnya!
Ramadan selalu dikenal sebagai momen puncak pendapatan tahunan. Itulah kenapa, banyak orang serta-merta menganggapnya sebagai waktu yang ideal untuk ekspansi bisnis. Padahal, anggapan ini belum tentu sesuai dengan realitas, bahkan cenderung tidak koheren.
Sebab, Ramadan adalah fase lonjakan demand yang tak hanya kurang aman untuk memperluas bisnis, tapi justru memicu banyak risiko yang harus Anda pertimbangkan dengan lebih bijak.
Anda mungkin bertanya-tanya, kapan waktu yang tepat untuk melakukan ekspansi bisnis. Jawabannya, adalah pasca Idul Fitri. Kenapa?
Setelah lonjakan demand selama Ramadan, daya beli masyarakat akan kembali stabil setelah Idul Fitri. Pada momentum inilah, Anda bisa mengukur kemampuan sekaligus kesanggupan bisnismu untuk melakukan ekspansi.
Pada momentum ini, Anda sudah bisa mulai mengevaluasi pendapatan Ramadan. Di sini, Anda bisa mencermati tren, membagi biaya produksi dengan biaya promosi dan pengembangan bisnis, serta mengukur kemampuan internal dalam ekspansi.
Peak moment seperti Ramadan dan Tahun Baru tak bisa digunakan untuk mencermati cashflow. Untuk mengamati aspek ini, Anda perlu memastikan pendapatan lebih stabil dan terarah sebelum memastikan budget untuk memperluas usaha.
Dalam kondisi stabil, bisnis dapat menyusun strategi ekspansi dengan lebih matang. Jadi, perluasan usaha tersebut bisa dilakukan berdasarkan strategi, tak hanya reaksi semata.
Baca juga: Perilaku Konsumen Berubah Saat Ramadan: Apa Dampaknya ke Strategi Bisnis?
Beberapa risiko yang berpotensi merugikan bisnis jika Anda ekspansi saat Ramadan bisa disimak dalam poin-poin di bawah ini.
Banyak bisnis yang menambah stok, karyawan, dan biaya operasional karena euforia Ramadan yang banyak memicu peningkatan omzet secara tajam. Padahal, demand yang masuk pada momen ini bersifat musiman dan tidak serta-merta mendefinisikan pertumbuhan jangka panjang bisnis.
Volume pesanan yang naik drastis, jam kerja yang terbatas, alur logistik padat. Tanpa sistem yang matang, keterlambatan dan komplain sangat sering terjadi. Itulah kenapa, pengembangan bisnis di momen ini akan terasa sangat mencekik dan tidak koheren.
Ketika ekspansi bisnis dilakukan di momen ramai pesanan, fokus bisnis akan terpecah dan overwhelmed. Tim akan sibuk mengejar kuantitas dan menomorduakan kualitas. Akibatnya, kontrol kualitas akan menurun berdampak buruk pada kesalahan produksi, sehingga nantinya, reputasi bisnis pun bisa terpengaruh.
Kemajuan bisnis selama Ramadan seringkali “memaksa” pebisnis untuk memperluas bisnis karena takut kehilangan momen. Dari sinilah, muncul risiko karena keputusan ekspansi kerap diambil terburu-buru tanpa adanya data yang cukup.
Saat Ramadan, konsumen terbiasa dengan stok yang selalu tersedia, produksi yang cepat, promo-promo menarik, dan respons yang super sigap. Namun, standar ini sulit dipertahankan setelah Lebaran, terutama jika bisnis belum memiliki sistem yang ajeg. Alhasil, mayoritas konsumen akan merasa kecewa dengan berbagai perubahan tadi.
Baca juga: Kenapa Banyak Bisnis Gagal Maksimalkan Ramadan? Ini Kesalahan Paling Umum
Tidak hanya evaluasi, mencadangkan cashflow, serta membentuk sistem dan standar yang lebih rapi, Anda juga perlu menjalin kerja sama dengan layanan eksternal yang bisa membantumu membangun sistem yang terukur.
Salah satu yang paling penting adalah bekerja sama dengan mitra logistik yang andal, terpercaya dan profesional seperti Lalamove. Manajemen logistik yang baik sangat efektif membantu ekspansi. Apalagi, jika ada Anda bergabung menjadi Mitra Bisnis Lalamove.
Dengan Mitra Bisnis Lalamove, Anda bisa mendapatkan prioritas pengiriman yang memastikan pesanan sampai lebih cepat dan tepat waktu.
Selain itu, Anda juga bisa menikmati berbagai keuntungan eksklusif, seperti diskon dan cashback yang membantu menghemat biaya operasional. Tidak hanya itu, fitur-fitur berikut akan mempermudah pengelolaan bisnis Anda:
Satu akun untuk banyak pengguna – Kelola tim pengiriman dalam satu platform tanpa perlu akun terpisah.
Laporan keuangan yang terpusat – Semua pengeluaran pengiriman tercatat dalam satu laporan bulanan untuk memudahkan pemantauan pemakaian.
Asuransi lebih tinggi – Semua pesanan dilindungi dengan asuransi dan asuransi premium tambahan tersedia sesuai permintaan.