Ringkasan:
Mengetahui perbandingan truk Engkel dan CDD penting dipahami sebelum menentukan armada distribusi bisnis.
Truk Engkel (CDE) memiliki kapasitas angkut hingga sekitar 2.500 kg sehingga cocok untuk pengiriman skala menengah. Sementara truk CDD mampu mengangkut hingga 5.000 kg sehingga lebih ideal untuk distribusi barang dalam jumlah besar.
Selain kapasitas, perbedaan keduanya juga terlihat pada dimensi kendaraan, efisiensi operasional, dan biaya pengiriman.
Pemilihan armada sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan distribusi bisnis. Jika pengiriman dilakukan dalam volume sedang dan area perkotaan, Engkel dapat menjadi pilihan yang tepat. Namun jika bisnis membutuhkan distribusi stok dalam jumlah besar sekaligus, CDD lebih cocok digunakan untuk mendukung operasional yang lebih efisien.
Dalam bisnis, distribusi barang adalah hal penting yang harus diperhatikan, khususnya dalam memilih armada pengiriman. Pasalnya, pemilihan armada dapat memengaruhi banyak hal, mulai dari efisiensi operasional, kecepatan pengiriman ke pelanggan atau cabang bisnis, hingga biaya logistik.
Dua armada yang paling sering digunakan untuk pengiriman skala besar adalah truk engkel atau Colt Diesel Engkel (CDE) dan Colt Diesel Double (CDD). Dari kedua pilihan tersebut, mana yang lebih cocok menggunakan truk Engkel atau CDD untuk distribusi barang?
Supaya tidak salah pilih, simak perbandingan lengkap Engkel vs CDD untuk kebutuhan distribusi pengiriman bisnis.
Truk Engkel adalah kendaraan logistik dengan dua sumbu roda dan kapasitas muatan menengah.
Armada ini umum digunakan untuk distribusi dalam kota maupun antarkota dengan volume barang maksimal 2.500 kg dan dimensi (p x l x t) 310 cm x 170 cm x 170 cm. Terdiri dari engkel box dan engkel bak yang bisa fleksibel Anda pilih.
Dibanding Engkel, truk CDD memiliki kapasitas angkut yang lebih besar dan daya tampung yang lebih luas dengan kapasitas hingga 5.000 kg dan dimensi 450 cm x 200 cm x 200 cm.
Armada ini sering digunakan untuk distribusi skala besar, pengiriman retail dalam jumlah banyak, hingga kebutuhan pindahan gudang atau stok bisnis.
Baca juga: Tips Pilih Layanan Kirim Bunga untuk Bisnis Florist
Umumnya truk engkel dan truk CDD memiliki beberapa jenis yang dibedakan berdasarkan bentuk karoseri dan kebutuhan pengiriman. Perbedaan paling utama antara engkel dan CDD terletak pada kapasitas angkutnya.
|
Jenis Truk |
Kapasitas Maksimal |
Dimensi Maksimal (PxLxT) |
Kegunaan |
|
Engkel Box |
±2.000 kg |
400 × 180 × 200 cm |
Pengiriman barang tertutup agar lebih aman dan terlindungi |
|
Engkel Bak |
±2.500 kg |
420 × 180 × 180 cm |
Mengangkut barang besar dengan proses bongkar muat lebih mudah |
|
CDD Box |
±5.000 kg |
570 × 200 × 220 cm |
Distribusi barang kapasitas besar untuk kebutuhan bisnis |
|
CDD Bak |
±5.000 kg |
600 × 200 × 200 cm |
Pengangkutan material atau barang berukuran besar |
Dari tabel tersebut terlihat bahwa CDD memiliki daya angkut lebih besar dibanding truk engkel. Jika bisnis Anda membutuhkan pengiriman barang dalam volume besar sekaligus, CDD tentu lebih efisien.
Sementara itu, truk engkel lebih cocok untuk distribusi menengah dengan akses jalan yang lebih terbatas.
Berikut estimasi tarif dan biaya tambahan armada truk di aplikasi Lalamove dari Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta Utara menuju Gudang Bulog Kelapa Gading dengan jarak kurang lebih 10 kilometer dengan pilihan layanan Regular, Pooling, atau Prioritas.
|
Jenis Truk |
Jarak Kilometer |
Biaya (Rupiah) |
|
Engkel Box |
Pelabuhan Tanjung Priok - Gudang Bulog Kelapa Gading |
Rp247.120 - Rp432.408 |
|
Engkel Bak |
Pelabuhan Tanjung Priok - Gudang Bulog Kelapa Gading |
Rp228.928 - Rp400.624 |
|
CDD Bak |
Pelabuhan Tanjung Priok - Gudang Bulog Kelapa Gading |
Rp343.392 - Rp600.936 |
|
CDD Box |
Pelabuhan Tanjung Priok - Gudang Bulog Kelapa Gading |
Rp444.774 -Rp778.355 |
Angka di atas bisa berbeda saat Anda ingin melakukan pengiriman barang. Tarif pengiriman ditentukan berdasarkan berbagai faktor, seperti kondisi lalu lintas, jumlah permintaan, ketersediaan mitra pengemudi, biaya tol yang berlaku, serta layanan tambahan lainnya.
Oleh karena itu, total biaya pengiriman dapat berubah menyesuaikan kondisi operasional. Tarif yang muncul saat melakukan permintaan juga berpotensi berbeda apabila terdapat perubahan pada detail pemesanan. Jadi, untuk tarif yang lebih pasti, Anda bisa cek langsung di aplikasi Lalamove.
Baca juga: Perbedaan Layanan Pengiriman Barang Prioritas, Regular, dan Pooling di Lalamove
Baik sewa truk Engkel maupun CDD memiliki fungsi yang sama penting dalam distribusi pengiriman bisnis. Perbedaannya terletak pada kapasitas, efisiensi operasional, dan kebutuhan distribusi yang ingin dicapai.
Jika bisnis Anda membutuhkan pengiriman yang fleksibel untuk area perkotaan dan volume menengah, truk engkel bisa menjadi pilihan yang efisien.
Namun jika kebutuhan distribusi lebih besar dan membutuhkan pengiriman stok dalam jumlah banyak sekaligus, CDD dapat membantu operasional menjadi lebih hemat waktu dan biaya.
Untuk mengetahui estimasi biaya pengiriman sesuai kebutuhan bisnis, Anda dapat langsung mengeceknya melalui website resmi atau aplikasi Lalamove Indonesia.