Blog | Lalamove Indonesia

Fixed Cost vs On-Demand Delivery untuk Bisnis Kecil

Written by Lalamove Indonesia | Mar 29, 2026 1:00:00 AM

Ringkasan:

  • Bagi bisnis kecil, Anda akan dihadapkan dengan pilihan armada internal dengan fixed cost dan on-demand delivery terkait dengan layanan logistik atau pengiriman.

  • Fixed cost delivery biasanya muncul ketika bisnis memiliki armada sendiri, dengan biaya tetap seperti kendaraan, gaji driver, pajak, dan perawatan yang harus dibayar secara rutin.

  • On-demand delivery menggunakan sistem pembayaran per pengiriman, sehingga bisnis hanya mengeluarkan biaya saat layanan digunakan.

  • Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing sehingga perlu dipelajari oleh mitra bisnis.

Salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam memulai bisnis adalah masalah pengiriman, khususnya bagi UMKM yang menjual produk online. Sistem pengiriman yang tepat waktu membantu menjaga pelanggan.

Namun, ada satu pertanyaan yang kerap dihadapi oleh pelaku usaha kecil, lebih baik menggunakan armada internal atau memanfaatkan layanan pengiriman on-demand?

Kedua pilihan tersebut memiliki biaya yang berbeda. Kalau armada internal biasanya fixed cost, sementara on-demand disesuaikan dengan kebutuhan. Yuk, kenali keduanya dalam artikel ini.

Apa itu Fixed Cost dalam Pengiriman?

Fixed cost atau biaya tetap adalah biaya operasional yang harus dikeluarkan secara rutin, terlepas dari jumlah pengiriman yang dilakukan. Dalam pengiriman bisnis, fixed cost biasanya muncul ketika perusahaan memiliki armada kendaraan sendiri.

Beberapa contoh biaya tetap yang umumnya muncul:

  • Pembelian atau cicilan kendaraan

  • Gaji driver atau kurir

  • Pajak kendaraan

  • Asuransi kendaraan

  • Biaya perawatan dan servis rutin

Artinya, meskipun jumlah pesanan sedang sedikit, biaya-biaya tersebut tetap harus dibayar setiap bulan.

Namun, memiliki armada sendiri juga memiliki beberapa keuntungan. Anda punya kontrol lebih besar terhadap proses pengiriman, mulai dari penjadwalan hingga standar pelayanan kepada pelanggan.

Namun bagi bisnis kecil, sistem ini juga memiliki tantangan tersendiri. Selain membutuhkan modal awal yang cukup besar, bisnis juga harus siap mengelola operasional kendaraan dan karyawan.

Baca juga: Ternyata Ini Biaya Operasional yang Harus Dikeluarkan untuk Driver Pengiriman Barang Sehari-hari

Apa Itu On-Demand Delivery?

Berbeda dengan memiliki armada sendiri, layanan on-demand delivery menggunakan sistem pembayaran berdasarkan penggunaan. Artinya, Anda hanya membayar ketika ada pengiriman yang dilakukan.

Layanan ini biasanya bekerja melalui platform atau penyedia jasa logistik yang menyediakan jaringan driver atau kurir yang siap mengambil dan mengantarkan barang sesuai permintaan.

Beberapa biaya yang biasanya muncul dalam layanan on-demand antara lain:

  • Biaya per pengiriman

  • Biaya berdasarkan jarak tempuh

  • Biaya tambahan untuk layanan tertentu (misalnya Extra Helper, Door to Door, Prioritas, dll)

Karena tidak ada biaya operasional tetap, sistem ini sering dianggap lebih fleksibel bagi UMKM. Bisnis tidak perlu memikirkan biaya perawatan kendaraan, gaji driver tetap, atau biaya operasional lainnya.

Selain itu, layanan on-demand juga memungkinkan bisnis untuk menyesuaikan jumlah pengiriman dengan kebutuhan. Saat pesanan meningkat, bisnis bisa langsung menambah pengiriman tanpa harus menambah armada atau tenaga kerja.

Meski demikian, biaya per pengiriman pada sistem ini bisa menjadi lebih tinggi jika volume pengiriman sudah sangat besar dan dilakukan secara rutin setiap hari.

Baca juga: Perbandingan Biaya Armada Sendiri vs Armada On Demand untuk Pelaku Usaha

Perbandingan Fixed Cost vs On-Demand Delivery

Secara umum, perbedaan utama antara armada sendiri dan layanan on-demand terletak pada jenis biaya dan fleksibilitas operasional. Sebagai gambaran, berikut ini perbandingan fixed cost vs on-demand delivery.

Aspek

Armada Sendiri (Fixed Cost)

On-Demand Delivery

Investasi Awal

Membutuhkan modal besar untuk membeli kendaraan serta merekrut driver.

Hampir tidak membutuhkan investasi awal karena bisnis hanya menggunakan layanan saat diperlukan.

Komponen Biaya

Biaya tetap seperti cicilan kendaraan, gaji driver, pajak, asuransi, dan perawatan kendaraan harus dibayar rutin.

Biaya bersifat variabel dan dibayar per pengiriman atau berdasarkan jarak.

Biaya per Pengiriman

Bisa menjadi lebih murah jika volume pengiriman tinggi dan konsisten.

Biaya per pengiriman relatif tetap, namun bisa terasa lebih tinggi jika volume sangat besar.

Fleksibilitas Operasional

Kurang fleksibel karena jumlah kendaraan dan driver terbatas.

Sangat fleksibel karena jumlah pengiriman bisa disesuaikan dengan kebutuhan.

Manajemen Operasional

Bisnis harus mengelola driver, jadwal, rute, hingga perawatan kendaraan.

Operasional sebagian besar ditangani oleh penyedia layanan.

Risiko Operasional

Risiko seperti kerusakan kendaraan, keterlambatan driver, hingga biaya perbaikan ditanggung bisnis.

Risiko operasional lebih rendah karena ditangani oleh penyedia layanan pengiriman.

Jangkauan Pengiriman

Biasanya terbatas pada area operasional bisnis

Bisa menjangkau area yang lebih luas karena memanfaatkan jaringan driver yang lebih besar.

Cocok untuk

Bisnis dengan volume pengiriman besar, stabil, dan area pengiriman yang sudah jelas.

UMKM atau bisnis yang masih berkembang dengan volume pengiriman yang fluktuatif.

Kapan Bisnis Sebaiknya Menggunakan Armada Pengiriman Sendiri?

Armada sendiri biasanya lebih cocok digunakan oleh bisnis yang sudah memiliki volume pengiriman tinggi dan stabil setiap hari. Dengan jumlah pengiriman yang konsisten, biaya operasional tetap dapat terdistribusi dengan lebih efisien.

Selain itu, sistem ini juga cocok bagi bisnis yang memiliki standar layanan khusus atau jadwal pengiriman yang sangat terstruktur dan rutin.

Armada sendiri juga dapat menjadi pilihan ketika wilayah pengiriman relatif tetap dan tidak terlalu luas, sehingga pengaturan rute pengiriman bisa dilakukan secara lebih efisien.

Kapan On-Demand Delivery Lebih Menguntungkan?

Bagi banyak UMKM yang masih dalam tahap berkembang, layanan on-demand delivery sering kali menjadi pilihan yang lebih praktis.

Model ini cocok digunakan ketika volume pengiriman masih belum stabil atau hanya meningkat pada waktu-waktu tertentu, seperti saat promo atau Lebaran. Dengan begitu, bisnis tidak perlu menanggung biaya operasional tetap saat pesanan sedang sepi.

On-demand delivery juga membantu bisnis menghindari investasi awal yang cukup besar untuk membeli kendaraan dan merekrut driver.

Selain itu, layanan ini memungkinkan bisnis untuk menjangkau area pengiriman yang lebih luas tanpa harus menambah armada sendiri.

Baik menggunakan armada sendiri maupun layanan on-demand delivery, masing-masing memiliki kelebihan dan tantangannya sendiri.

Oleh karena itu, pahami perbedaan biaya antara keduanya, agar Anda bisa menentukan pengiriman yang paling sesuai dengan kondisi bisnis.

Bagi bisnis yang masih berkembang atau memiliki volume pengiriman yang fluktuatif, memanfaatkan platform pengiriman on-demand seperti Lalamove dapat menjadi solusi yang lebih praktis.

Lalamove hadir dengan layanan Mitra Bisnis Lalamove yang memberikan keuntungan lebih bagi pelaku usaha kecil hingga skala besar.

Anda bisa mendapatkan prioritas pengiriman, laporan keuangan bulanan, akun yang bisa diakses oleh banyak tim, dedicated customer service, hingga diskon dan cashback bulanan hingga Rp5 juta* per bulan.

Daftar jadi Mitra Bisnis Lalamove gratis hanya dengan mengisi form di link berikut ini!