Ringkasan
Kesalahan penentuan armada dalam bisnis bisa berakibat serius pada efektifitas logistik dan efisiensi kerja operasional.
Maka, pilihlah dengan mempertimbangkan kebutuhan kapasitas, jarak tempuh, maupun karakteristik produk.
Memiliki banyak outlet membuat proses logistik bisnis Anda tak lagi sesederhana. Kini, Anda harus memperhitungkan banyak aspek. Mulai dari titik pengiriman yang berlipat ganda, jadwal pengiriman yang memadat, bertambahnya klien, hingga peningkatan frekuensi kapasitas muatan dalam sekali angkut.
Itulah kenapa, satu kekeliruan seperti kesalahan pemilihan armada saja bisa memicu keruwetan proses atau justru membuat bisnis Anda mengalami keboncosan. Oleh karena itu, sebelum menentukan strategi delivery yang paling akurat, Anda perlu memahami dulu pentingnya memilih armada yang tepat untuk bisnis Anda.
Banyak bisnis retail menentukan kendaraan berdasarkan prinsip “yang penting semua barang muat.” Padahal, kapasitas hanyalah salah satu pertimbangan yang bisa Anda jadikan tolok ukur. Sebab, jika armada yang dipilih tak sesuai, ada banyak risiko yang mau tidak mau harus Anda tanggung selama proses logistik berlangsung.
Kapasitas kargo dan jumlah muatan merupakan ukuran yang tak bisa Anda abaikan. Sebagai contoh, armada yang terlalu kecil bisa membuat stok harus dibagi menjadi beberapa perjalanan, sehingga bisnis perlu mengeluarkan waktu dan biaya tambahan untuk proses yang sebenarnya bisa berjalan lebih efisien daripada kenyataan.
Sebaliknya, armada terlalu besar juga belum tentu lebih efisien. Jika sebagian besar ruang muat kosong, bisnis membayar kapasitas yang sebenarnya tidak dibutuhkan. Selain itu, armada yang terlalu besar juga memberi peluang untuk barang di dalamnya rusak karena bergeser, bergesekan, atau saling tumpang tindih selama perjalanan
Tidak semua armada bisa digunakan untuk berbagai jenis pengangkutan. Contohnya, dalam pemilihan jenis truk box maupun truk bak. Pengiriman barang-barang elektronik menggunakan truk bak akan sangat berisiko karena adanya potensi perubahan cuaca dan gangguan eksternal lain yang mungkin merusak produk.
Sementara itu, memakai truk box untuk produk berat seperti material atau tabung gas akan mempersulit proses loading in dan loading out serta membuat kerja jadi tidak efisien karena ruangnya yang sempit.
Baca juga: 9 Kelebihan Lalamove untuk Atur Kiriman Antar Pabrik dan Warehouse
Dalam pengiriman, Anda perlu menghitung jumlah stok dan jumlah outlet yang akan dikunjungi. Semakin banyak titik tujuan dalam satu rute, maka akan semakin besar pula total muatan yang perlu dibawa sejak keberangkatan.
Jika stok yang dikirim masih dalam jumlah sedang dan hanya ditujukan ke 1–2 outlet, pickup bak bisa menjadi pilihan praktis. Kapasitas armada ini lebih besar dibanding mobil biasa dan cocok untuk restock barang retail yang tidak membutuhkan ruang muatan tertutup dan dapat diselesaikan dalam sedikit titik pengantaran.
Ketika satu perjalanan harus memasok sekitar 3–5 outlet, kebutuhan ruang juga mulai bertambah. Pickup box atau van memberikan kapasitas lebih besar sekaligus ruang muatan tertutup.
Jika bisnis secara rutin mendistribusikan stok dalam jumlah besar ke lebih dari lima outlet, pertimbangkan Truk Engkel hingga CDD. Dengan armada berkapasitas besar, distribusi dapat dirancang menjadi satu rangkaian rute yang lebih efisien dibandingkan ketika armada harus bolak-balik mengambil pesanan.
Baca juga: Pengiriman Terjadwal vs On-Demand, Mana Lebih Efisien Bagi Perusahaan?
Bukan hanya berapa banyak outlet yang dituju, tetapi juga seberapa jauh jarak antar-outlet. Lima outlet dalam satu kawasan tentu membutuhkan strategi berbeda dengan lima outlet yang tersebar antarkota.
Apabila bisnis cenderung melakukan restock setiap pagi ke beberapa outlet dengan jumlah barang sedang, maka armada ini adalah solusinya. Daripada menunggu stok terkumpul dalam jumlah besar, armada ini dapat digunakan untuk pengiriman yang lebih kecil tetapi lebih rutin.
Untuk outlet yang tersebar lebih jauh atau berada di luar kota, mengirim stok sedikit demi sedikit bisa membuat frekuensi perjalanan membengkak. Dalam kondisi ini, truk engkel atau CDD dapat digunakan untuk membawa stok dalam jumlah lebih besar sekaligus. Bisnis dapat menyatukan kebutuhan beberapa outlet dalam satu perjalanan sehingga tidak perlu terlalu sering melakukan perjalanan jarak jauh.
Baca juga: 9 Tips Restocking Cepat untuk Bisnis Retail, Dijamin Rak Selalu Terisi!
Armada yang muat belum tentu cocok. Untuk beberapa kategori retail, cara kendaraan melindungi produk selama perjalanan justru sama pentingnya dengan kapasitas.
Armada ini cocok untuk produk yang relatif tahan terhadap perjalanan dan tidak membutuhkan kontrol suhu khusus, terutama jika barang sudah dikemas dengan baik. Namun, karena kotak kargonya yang terbuka, coba pertimbangkan kondisi cuaca dan kebutuhan perlindungan tambahan sebelum mengirimkan produk Anda.
Blind van dapat memberikan ruang muatan tertutup untuk barang yang membutuhkan perlindungan dari kondisi luar seperti produk F&B tertentu dan frozen food. Keduanya juga sangat mungkin diangkut menggunakan armada dengan box pendingin untuk menjaga kesegaran dan kualitas barang tetap prima.
Produk seperti barang pecah belah, kaca, atau elektronik kecil membutuhkan ruang yang dapat melindungi muatan dari paparan cuaca sekaligus memungkinkan barang ditata dengan baik. Itulah mengapa, kedua jenis truk ini sangat cocok untuk menjadi opsi distribusi produk tersebut dalam jumlah besar.
Itu dia beberapa hal yang perlu Anda perhatikan dalam memilh armada untuk distribusi harian bisnis Anda. Ingat! Tidak ada satu jenis armada yang otomatis paling cocok untuk seluruh bisnis retail multi-outlet. Sebelum membuat order, gunakan checklist sederhana: berapa banyak stok dan outlet yang dituju, seberapa jauh jarak antar-outlet, serta perlindungan seperti apa yang dibutuhkan produknya.
Anda juga bisa bergabung menjadi Mitra Bisnis Lalamove untuk meningkatkan operasional bisnis Anda dengan memilih armada yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan operasional bisnis.