Distribusi barang di Medan kadang mengalami kendala saat proses. Berikut ini adalah tantangan distribusi barang khususnya di Medan dan cara mengatasinya.
Medan memegang peran penting dalam rantai distribusi barang di Sumatera Utara. Baik untuk kebutuhan dalam kota maupun pengiriman ke daerah sekitar seperti Deli Serdang dan Binjai, hingga kota-kota lain di Pulau Sumatera.
Namun, distribusi barang di Medan memiliki tantangan tersendiri. Kondisi ini semakin terasa pasca banjir besar yang melanda beberapa wilayah Sumatera di akhir tahun 2025 lalu. Dampaknya, infrastruktur hingga operasional logistik harian di Medan masih menjadi tantangan bagi pelaku usaha di Medan.
Bagi pelaku usaha, memahami tantangan ini dan menyiapkan solusinya menjadi hal penting agar proses pengiriman tetap lancar serta bisnis tidak terganggu.
Pahami tantangan distribusi barang di Medan dan cara mengatasinya.
Meski Medan memiliki sejumlah jalan utama yang cukup baik, kenyataannya aktivitas distribusi barang justru sering terjadi di jalan-jalan sekunder, dari jalan yang sempit sampai sulit dilalui kendaraan besar.
Pasca banjir kemarin, beberapa ruas jalan mengalami kerusakan tambahan seperti berlubang, bergelombang, atau rawan genangan. Kondisi ini membuat pengiriman menjadi lebih lambat dan berisiko, terutama jika bisnis masih mengandalkan armada besar.
Baca juga: Punya Potensi Besar, Ini Komoditas Unggulan dan Ide Bisnis Ekspor-Impor dari Medan
Banjir di Medan bukanlah fenomena musiman yang bisa diprediksi dengan mudah. Di beberapa wilayah seperti Medan Johor, Sunggal, Tembung, dan area perbatasan Deli Serdang, hujan deras selama satu hingga dua jam saja sudah cukup untuk menyebabkan genangan.
Setelah banjir besar Sumatera, kondisi drainase di beberapa titik belum sepenuhnya pulih, sehingga risiko pengiriman terlambat masih tinggi.
Risiko tersebut tak bisa lagi dihindari pelaku usaha saat ini. Situasi tersebut memang berdampak pada waktu tempuh, hingga berisiko barang rusak. Untuk menghindari hal tersebut, pastikan menggunakan packaging atau kemasan yang lebih aman di jalan.
Salah satu tantangan distribusi di Medan yang masih harus dihadapi adalah pola lalu lintas yang tidak konsisten.
Kemacetan tidak selalu terjadi saat jam sibuk, tetapi bisa muncul tiba-tiba akibat aktivitas masyarakat, parkir sembarangan, atau proses bongkar muat di pinggir jalan. Perbaikan jalan dan pengalihan arus di beberapa titik turut menambah ketidakpastian waktu pengiriman.
Bagi bisnis, kondisi ini membuat estimasi waktu tiba sering meleset. Jika tidak diantisipasi dengan benar, barang yang terlambat bisa berdampak langsung pada kepuasan pelanggan.
Pelaku usaha tak bisa lagi mengandalkan armada internal yang terbatas. Tak bisa lagi menunggu armada kirim barang ke beberapa alamat terlebih dahulu.
Opsinya, Anda perlu menggunakan layanan logistik on-demand seperti Lalamove untuk mengantar barang tanpa harus menunggu armada kirim barang ke alamat lain.
Layanan pengiriman instan Lalamove kini sudah hadir di Kota Medan, Deli Serdang, dan Binjai. Lewat layanan ini, Anda fleksibel memilih jenis armada yang paling sesuai kebutuhan.
Medan juga kerap menjadi titik distribusi ke berbagai daerah penyangga seperti Deli Serdang dan Binjai. Banyak bisnis yang setiap hari harus mengirim barang ke luar kota dengan jarak relatif dekat, namun tetap menghadapi tantangan tersendiri.
Pasca banjir besar, beberapa jalur antarkota sempat terganggu dan dampaknya masih terasa. Kondisi ini menuntut pelaku usaha untuk tidak lagi mengandalkan satu jalur pengiriman saja. Kurir perlu fleksibel dalam mengatur waktu dan distribusi agar barang sampai di tempat tujuan.
Baca juga: Kenalan Lebih Dekat dengan Armada Pengiriman Lalamove
Distribusi barang di Medan dan wilayah sekitarnya juga kerap terkendala oleh keterbatasan SDM logistik yang berpengalaman, terutama untuk pengiriman ke area yang aksesnya sulit.
Banyak kurir yang belum memahami standard penanganan barang dan kondisi di lapangan sehingga barang berisiko rusak dan telat kirim. Tak jarang, pelaku usaha akhirnya bergantung pada tenaga eksternal sehingga harus mengeluarkan biaya lebih besar.
Untuk mengatasinya, Anda perlu melakukan pelatihan SDM serta bekerja sama dengan penyedia logistik setempat. Penyedia logistik sudah memiliki mitra driver profesional yang biasa meng-handle pengiriman, termasuk juga memahami karakter di setiap wilayah.
Biaya distribusi di Medan cenderung tinggi karena infrastruktur, jarak tempuh yang panjang dan kondisi jalan yang bervariasi. Dampaknya, ongkos kirim jadi lebih mahal, terutama pasca banjir kemarin.
Jika tidak dikelola dengan baik, biaya logistik bisa menggerus omzet bisnis Anda. Dibutuhkan rute pengiriman yang lebih efisien untuk mengoptimalkan operasional. Gabung menjadi Mitra Bisnis Lalamove+ adalah solusi bagi Anda yang ingin menekan biaya kirim.
Lalamove+ atau Customized Solutions adalah layanan pengiriman yang dapat dikustomisasi dengan kebutuhan bisnis Anda, mulai dari ongkos kirim, jumlah barang yang dikirim, mekanisme handline, rute, dan waktu pengiriman.
Anda bisa menikmati ongkir flat dan fleksibel, mengirim hingga ratusan titik lebih efisien, hingga jaminan pengiriman tepat waktu. Tak hanya itu, Mitra Bisnis yang menggunakan Lalamove+ akan mendapatkan koordinator lapangan yang membantu mengatur jalannya pengiriman hingga laporan pengiriman untuk evaluasi. Cukup kirim list alamat pengiriman sehari sebelumnya, selebihnya tim Lalamove yang akan urus distribusi.
Masih banyak pelaku usaha di Medan yang mengandalkan satu supir atau satu armada langganan untuk seluruh kebutuhan distribusi.
Hal ini mungkin terasa praktis, tetapi rentan bermasalah saat terjadi gangguan, baik karena cuaca, kondisi jalan, atau keterbatasan kapasitas saat permintaan meningkat.
Bisnis yang tidak memiliki alternatif armada tentu akan lebih mudah mengalami gangguan operasional. Untuk menjawab berbagai tantangan distribusi tersebut, kini layanan logistik on-demand Lalamove telah hadir di Medan, Deli Serdang, dan Binjai dan siap membantu operasional Anda.
Kehadiran layanan ini memberikan opsi bagi pelaku usaha yang membutuhkan pengiriman fleksibel tanpa harus bergantung pada satu armada atau jadwal tetap.
Dengan sistem on-demand, bisnis dapat menyesuaikan jenis kendaraan sesuai kebutuhan pengiriman, memantau posisi driver secara real time dengan fitur Live Tracking, hingga bisa diandalkan untuk pengiriman ke luar kota.
Pilihan armada Lalamove juga beragam, dari sepeda motor, mobil, sedan, dan pick up bak. Tarif Lalamove transparan dan tidak ada biaya tambahan di luar aplikasi. Jadi, tak perlu khawatir masalah distribusi karena Lalamove sudah hadir di Kota Medan.
Download aplikasinya, mulai lakukan pengiriman bersama Lalamove.