Blog | Lalamove Indonesia

Tips Mengatur Stok Barang Selama Jakarta Fair

Written by Lalamove Indonesia | Jun 15, 2026 1:59:59 AM

Ringkasan:

  • Mengatur stok barang selama Jakarta Fair butuh perencanaan matang. Proyeksi penjualan, pencatatan stok real-time, dan stok cadangan dapat membantu mencegah kehabisan maupun penumpukan barang.

  • Restock yang terjadwal dan dukungan pengiriman yang fleksibel membantu tenant menjaga ketersediaan produk. Dengan manajemen stok yang baik, operasional booth menjadi lebih efisien dan peluang penjualan pun meningkat.

Jakarta Fair menjadi salah satu event tahunan yang ditunggu banyak pelaku usaha. Ribuan pengunjung datang setiap hari untuk berburu berbagai produk, mulai dari makanan, fashion, perlengkapan rumah tangga, hingga produk UMKM.

Di tengah tingginya antusiasme pengunjung, tantangan terbesar tenant sering kali bukan hanya soal menarik pembeli, tetapi juga mengatur stok barang selama event berlangsung.

Manajemen stok barang yang kurang tepat dapat menimbulkan berbagai masalah sekaligus, seperti kehabisan produk saat permintaan tinggi atau justru penumpukan stok yang mengganggu operasional booth sehingga meningkatkan biaya.

Karena itu, pebisnis perlu menyiapkan strategi manajemen stok yang matang agar penjualan selama event tetap optimal. Berikut beberapa tips mengatur stok barang selama Jakarta Fair.

Buat Proyeksi Penjualan Sebelum Event Dimulai

Langkah pertama dalam manajemen stok barang adalah memperkirakan potensi penjualan. Jangan hanya menyiapkan stok berdasarkan asumsi atau feeling saja.

Anda bisa membuat proyeksi dengan membuat analisis dari beberapa faktor berikut:

  • Data penjualan event sebelumnya.

  • Produk yang paling laris.

  • Target jumlah pengunjung.

  • Promo atau diskon yang akan dijalankan.

  • Tren produk yang sedang diminati.

Jika baru pertama kali mengikuti Jakarta Fair, Anda bisa menggunakan data penjualan harian toko atau marketplace sebagai acuan awal. Proyeksi ini membantu menentukan jumlah stok ideal sehingga risiko kehabisan maupun overstock dapat ditekan.

Kelompokkan Produk Berdasarkan Prioritas

Tidak semua produk memiliki tingkat permintaan yang sama. Karena itu, penting untuk mengelompokkan stok barang berdasarkan prioritas.

Metode sederhana yang sering digunakan dalam pengelompokkan ini biasanya sebagai berikut:

  • Produk fast moving: Produk dengan penjualan tinggi dan perputaran cepat. Jenis barang ini wajib memiliki stok lebih banyak.

  • Produk medium moving: Produk dengan penjualan stabil tetapi tidak terlalu tinggi.

  • Produk slow moving: Barang yang penjualannya lebih lambat dan sebaiknya tidak disimpan terlalu banyak di booth.

Dengan pengelompokan ini, tenant bisa lebih fokus mengelola stok di booth dan menentukan barang mana yang perlu segera di-restock.

Siapkan Stok Cadangan untuk Mengantisipasi Lonjakan Pembeli

Jumlah pembeli di Jakarta Fair bisa meningkat drastis, terutama saat akhir pekan atau hari libur. Karena itulah, jangan sampai membawa stok pas-pasan saat event Jakarta Fair sedang berlangsung di waktu-waktu ramai.

Anda dapat menyiapkan stok cadangan sekitar 20-30% dari estimasi kebutuhan utama. Namun stok cadangan ini sebaiknya tetap terukur agar tidak menyebabkan penumpukan barang setelah event selesai.

Gunakan Sistem Pencatatan Stok Secara Real-Time

Mengatur stok barang secara manual menggunakan catatan kertas berisiko memunculkan kesalahan, terutama ketika booth sedang ramai pengunjung.

Agar manajemen inventaris lebih akurat, gunakan sistem pencatatan stok secara real-time. Pencatatan real-time membantu tim mengetahui jumlah stok tersisa, produk paling laris, dan waktu ideal untuk melakukan restock. Dengan data yang selalu diperbarui, keputusan operasional bisa diambil lebih cepat.

Baca juga: Panduan Bisnis UMKM untuk Pemula saat Mengikuti Jakarta Fair agar Untung Maksimal

Atur Jadwal Restock Secara Berkala

Restock barang tidak selalu harus menunggu stok benar-benar habis. Sebaiknya tentukan jadwal restock yang terencana, misalnya: sebelum booth buka, saat traffic pengunjung menurun, setelah jam ramai selesai, menjelang akhir hari operasional.

Jadwal restock yang rutin membantu menjaga ketersediaan produk tanpa mengganggu aktivitas penjualan.

Untuk tenant dengan gudang terpisah atau stok yang disimpan di lokasi berbeda, proses restock cepat menjadi faktor penting agar operasional booth tetap berjalan lancar.

Solusi Pengiriman yang Fleksibel Selama Event Jakarta Fair Bersama Lalamove

Selama Jakarta Fair, kebutuhan logistik event bisa berubah dengan cepat. Ada kalanya stok harus segera ditambah karena permintaan meningkat atau barang perlu dipindahkan antar lokasi. Karena itu, memiliki solusi pengiriman yang fleksibel dapat membantu bisnis bergerak lebih cepat.

Layanan pengiriman instan memungkinkan tenant melakukan restock barang tanpa harus menyediakan armada sendiri. Hal ini membantu bisnis menghemat biaya operasional sekaligus menjaga ketersediaan stok selama event berlangsung.

Bagi pelaku usaha yang rutin melakukan pengiriman untuk kebutuhan bisnis, bergabung dengan akun bisnis atau Mitra Bisnis Lalamove dapat menjadi solusi yang lebih praktis.

Layanan ini menyediakan berbagai keuntungan seperti prioritas pengiriman, kemudahan pembayaran, dedicated customer service, hingga akses pengelolaan pengiriman yang lebih terorganisir. Dengan menjadi Mitra Bisnis Lalamove selama berlangsungnya Jakarta Fair, Anda tidak perlu khawatir lagi soal ketersediaan stok di booth.