Ringkasan:
Saat ingin mengirim barang, Anda akan dihadapkan dengan biaya ongkos kirim (ongkir) yang perhitungannya bisa berbeda-beda.
Menghitung ongkir sebelum kirim barang sangat penting, baik untuk kebutuhan pribadi maupun bisnis. Secara umum, terdapat dua cara perhitungan ongkir, yaitu melalui layanan ekspedisi dan layanan on-demand berbasis aplikasi.
Pada layanan ekspedisi, ongkir dihitung berdasarkan berat barang, jarak pengiriman, dan volume (dimensi barang). Sementara itu, layanan on-demand berbasis aplikasi menawarkan cara perhitungan yang lebih sederhana, yaitu berdasarkan jarak tempuh, jenis kendaraan, dan layanan tambahan. Pengguna juga bisa langsung melihat estimasi ongkir di aplikasi sebelum melakukan pemesanan.
Sebelum kirim barang, Anda perlu mengetahui biaya ongkirnya terlebih dahulu. Baik untuk keperluan pribadi atau bisnis, mengetahui cara menghitung ongkir saat kirim barang jadi hal penting.
Secara umum, cara menghitung ongkir bisa dibedakan menjadi dua jenis layanan, yaitu pengiriman lewat ekspedisi dan layanan pengiriman on-demand berbasis aplikasi. Keduanya punya sistem perhitungan yang berbeda. Simak dalam artikel ini.
Pada layanan ekspedisi, ada beberapa jenis perhitungan, seperti sebagai berikut:
Kalau mau kirim barang sesuai dengan berat, maka cara pertama adalah menimbang barang terlebih dahulu. Rumus ongkir berdasarkan berat adalah:
Berat Barang x Tarif per Kg
Misalnya jasa ekspedisi mematok harga Rp5.000 per kg dan Anda akan mengirim barang 20 kg. Maka ongkos kirimnya adalah 20 x Rp5.000 = Rp100.000.
Selain berat, harga ongkir dipengaruhi pada jarak yang ditempuh. Semakin jauh lokasi, maka ongkir semakin mahal.
Umumnya, tarif pengiriman berdasarkan jarak berada di kisaran Rp2.500 hingga Rp10.000 per kilometer. Namun, setiap ekspedisi punya kebijakan tarif yang berbeda-beda, termasuk biaya minimum yang biasanya dimulai dari sekitar Rp15.000.
Rumus Ongkos Kirim Berdasarkan Jarak = Jarak Pengiriman × Tarif per Km
Sebagai contoh, jika tarif yang berlaku adalah Rp5.000 per kilometer dan jarak pengiriman sejauh 10 km, maka perhitungannya adalah 10 km × Rp5.000 = Rp50.000.
Namun, ada satu faktor penting yang sering terlewat, yaitu berat volume (dimensi barang). Jika barang berukuran besar namun ringan, ekspedisi akan menggunakan berat volume. Rumus yang umum digunakan adalah:
Berat Volume = (Panjang x Lebar x Tinggi) / 6000
Contohnya, Anda ingin kirim barang dengan dimensi 60 cm x 40 cm x 50 cm, maka perhitungan volumenya adalah 60 x 40 x 50 / 6000 = 20 kg.
Harga ongkir per kg adalah Rp5.000, maka ongkir yang harus Anda tanggung adalah Rp20 kg x Rp5.000/kg = Rp100.000.
Perlu diingat, saat akan kirim barang melalui jasa ekspedisi, biasanya ada biaya tambahan, seperti packing kayu untuk barang fragile, asuransi, dan biaya penanganan khusus.
Baca juga: Cara Kirim Paket dengan Aplikasi Pengiriman Barang Lalamove
Berbeda dengan ekspedisi, layanan on-demand berbasis aplikasi seperti Lalamove tidak menggunakan sistem berat atau volume sebagai faktor utama.
Perhitungan ongkir lebih sederhana dan transparan, yakni:
Biaya utama ditentukan dari jarak antara titik penjemputan dan tujuan pengiriman. Semakin jauh jaraknya, semakin besar ongkirnya. Maka itu, pastikan Anda memasukkan alamat dengan detail agar ongkosnya benar.
Salah satu kelebihan kirim barang dengan layanan on-demand seperti Lalamove adalah pilihan armada yang beragam. Hal ini akan berpengaruh pada ongkir yang disesuaikan dengan jenis armada.
Seperti, kirim barang dengan motor tentu akan lebih murah dibandingkan dengan blind van. Umumnya, semakin besar kendaraan, tarifnya juga akan lebih tinggi.
Beberapa layanan tambahan di aplikasi juga bisa memengaruhi ongkir. Contoh, Anda menggunakan bantuan jasa loading/unloading, atau pengiriman Multi-Stop, hingga layanan Prioritas dibandingkan Regular. Maka besaran ongkir akan berbeda dan disesuaikan dengan kebutuhan Anda.
Namun, enaknya kirim barang dengan layanan on-demand adalah pengguna bisa langsung melihat tarif ongkir sebelum pesan. Jadi, tidak perlu menghitung manual seperti ekspedisi.
Selain itu, karena sistemnya point-to-point, layanan ini lebih cocok untuk pengiriman dalam kota, barang besar atau banyak, atau pengiriman cepat same day atau instan.
Baca juga: Apa Saja Keunggulan Lalamove dengan Layanan Jasa Pengirimannya?
Jadi, metode pengiriman kembali lagi disesuaikan dengan kebutuhan Anda. Jika Anda mengirim barang ke luar kota dengan ukuran standar dan tidak terburu-buru, ekspedisi bisa jadi pilihan.
Namun, jika Anda membutuhkan pengiriman cepat, fleksibel, atau ingin mengirim barang dalam jumlah besar tanpa ribet menghitung berat volume, layanan on-demand berbasis aplikasi bisa menjadi solusi yang lebih praktis.
Pahami cara hitung ongkir sebelum kirim barang, terutama bagi Anda yang sedang menjalankan bisnis. Kalau perhitungannya tepat, Anda bisa menentukan harga jual dengan lebih akurat.
Butuh kirim barang cepat, fleksibel, dan praktis? Download aplikasi Lalamove yang menyediakan pilihan armada sesuai kebutuhan Anda. Lalamove hadir 24 jam, sehingga cocok untuk Anda yang butuh kirim barang mendadak.
Cek kumpulan kode promo Lalamove di halaman berikut ini agar ongkir bisa lebih murah.