Di artikel ini akan diberikan informasi tentang kesalahan-kesalahan umum yang sering dilakukan saat persiapan renovasi rumah. Yuk simak apa saja!
Menjelang bulan Ramadhan dan Lebaran, banyak keluarga memutuskan untuk renovasi rumah. Proses ini tentu menyenangkan karena Anda bisa membayangkan hasil akhirnya.
Namun, proses renovasi rumah bukan tidak mungkin tanpa masalah. Banyak pengalaman pemilik rumah yang menghadapi masalah, dari ekspektasi tinggi, biaya membengkak, bahkan konflik selama proses renovasi.
Agar Anda tidak mengulang kesalahan yang sama, berikut ini beberapa kesalahan umum saat persiapan renovasi rumah. Ketahui juga cara menghindarinya.
Banyak orang memulai renovasi dengan keinginan memperbaiki semuanya sekaligus. Atap ingin diganti, dapur dibenerin, kamar mandi ditambah, dan tampilan rumah juga ingin langsung terlihat baru. Tanpa prioritas yang jelas, anggaran cepat habis sebelum pekerjaan utama selesai.
Kesalahan ini sering membuat renovasi terhenti di tengah jalan atau memaksa Anda menurunkan kualitas material.
Jadi, sebaiknya pisahkan kebutuhan renovasi yang bersifat mendesak dan yang estetika. Perbaikan atap, struktur, pipa bocor, dan instalasi listrik seharusnya menjadi prioritas dibandingkan dekorasi atau finishing.
Salah satu kesalahan paling umum saat melakukan renovasi rumah adalah salah memilih kontraktor atau tukang yang akan membantu Anda. Kontraktor berpengalaman bisa menawarkan referensi sehingga biaya renovasi yang ditanggung akan lebih terjangkau.
Jika Anda menggunakan jasa kontraktor untuk renovasi, pastikan mereka memiliki asuransi dan garansi. Pastikan reputasi, pengalaman, dan jenis jaminan yang mereka tawarkan.
Baca juga: Mengenal Cara Kerja Perusahaan Kontraktor Bangunan
Image: Freepik (jcomp)
Demi menghemat biaya renovasi rumah banyak yang melakukannya sendiri. Kalau tidak punya pengetahuan dan kemampuan yang cukup, sebaiknya hindari rencana tersebut. Hal itu bisa mengacaukan rencana renovasi rumah Anda. Risiko terburuknya, Anda harus mengeluarkan biaya tambahan untuk memperbaiki.
Keinginan menambah ruang, memindahkan dinding, atau mengubah fungsi ruangan sering muncul tiba-tiba. Sayangnya, tidak semua keinginan bisa langsung diterapkan tanpa konsekuensi pada struktur bangunan.
Kesalahan ini sering berujung pada perubahan rencana di tengah jalan, yang membuat biaya dan waktu renovasi membengkak. Jadi, pastikan untuk diskusikan semua rencana sejak awal.
Kesalahan paling krusial adalah menganggap struktur rumah lama selalu aman untuk diubah. Banyak pemilik rumah ingin menambah lantai atau memperluas ruangan, tanpa mengecek kondisi struktur bangunan yang sudah ada.
Sebaiknya, cek struktur sejak awal. Konsultasikan dengan arsitek atau kontraktor untuk memastikan apakah struktur lama masih layak dipertahankan atau perlu dibongkar sebagian. Keputusan ini sebaiknya diambil sebelum desain final ditetapkan.
Baca juga: 7 Tips Hemat Renovasi Rumah Tanpa Korbankan Kualitas
Image: Freepik (wirestock)
Banyak renovasi bermasalah karena anggaran direncanakan terlalu pas, bahkan tanpa dana cadangan. Saat renovasi rumah, hampir selalu ada kondisi tak terduga, seperti kerusakan yang baru terlihat, perubahan material, atau penyesuaian desain.
Tanpa cadangan dana, renovasi bisa terhenti di tengah jalan atau dipaksa menurunkan kualitas pekerjaan. Sebaiknya siapkan dana cadangan sekitar 10-20% dari rencana anggaran Anda.
Sebelum memulai renovasi, pastikan Anda sudah mengetahui tanggal pasti proyek selesai, baik jika menggunakan konsep borongan maupun harian. Dengan begitu, Anda bisa memperkirakan biaya jasa kontraktor dengan tepat.
Namun, banyak kontraktor yang tidak bisa menjamin tanggal proyek selesai. Namun, sebaiknya Anda diskusikan agar target tidak molor yang bisa membuat biaya semakin membengkak.
Ada banyak inspirasi desain rumah, dari media sosial seperti Instagram dan Pinterest. Tak sedikit pemilik rumah langsung menerapkan di rumahnya. Padahal, desain yang terlihat menarik belum tentu sesuai dengan kebutuhan dan kebiasaan Anda dan anggota keluarga.
Banyak pemilik rumah baru menyadari setelah renovasi selesai bahwa ruang terasa tidak nyaman digunakan sehari-hari. Menggunakan desain yang lagi trend boleh-boleh saja, tapi sebaiknya hanya dijadikan referensi.
Salah satu kesalahan saat persiapan renovasi rumah adalah menganggap urusan memindahkan barang sebagai hal sepele. Banyak pemilik rumah baru menyadari pentingnya pemindahan barang ketika renovasi sudah berjalan dan ruang mulai terasa sempit.
Furniture, peralatan elektronik, hingga barang-barang pribadi seharusnya sudah dipindahkan sebelum renovasi dimulai, terutama di area yang akan dikerjakan. Barang yang ditumpuk di satu ruangan atau dipindah bolak-balik, selain menghambat pekerjaan tukang, barang juga berisiko rusak.
Bahkan, untuk renovasi besar-besaran, pemilik rumah perlu untuk pindah sementara agar tetap nyaman. Biasanya, tantangan lain saat renovasi adalah tidak semua barang di rumah bisa diangkut menggunakan mobil pribadi, terutama furniture besar, lemari, kasur, atau peralatan elektronik berukuran besar. Akibatnya, proses memindahkan barang dilakukan bertahap dan memakan waktu.
Di momen seperti ini, layanan pengiriman on-demand Lalamove dapat membantu proses renovasi menjadi lebih praktis dan efisien. Anda bisa pilih armada yang paling sesuai dengan jumlah dan dimensi barang di rumah.
Untuk angkut barang ukuran sedang, Anda bisa sewa pick up bak atau pick up box. Sementara jika barang besar dan banyak, sewa truk di Lalamove bisa lebih efisien karena hanya perlu sekali angkut.
Layanan Lalamove hadir 24 jam, dengan layanan tambahan yang bikin proses renovasi rumah jadi lebih efisien, seperti Extra Helper, Door to Door, dan Multi-Stop. Tak hanya untuk angkut barang pindahan sementara, armada Lalamove bisa diandalkan untuk angkut bahan bangunan dari material ke rumah, hingga jemput aneka furniture baru dari toko.
Download aplikasi Lalamove sekarang!