Bahasa Indonesia

Pilih preferensi bahasa anda

  • Bahasa Indonesia
  • English
  • Bagaimana bisnis bisa bertahan menghadapi COVID-19?

    Tak perlu diragukan lagi - ini merupakan momen yang sangat sulit bagi banyak perusahaan dan pelaku usaha. Selain produsen hand sanitizer, masker dan tisu, kebanyakan perusahaan pasti akan mengingat kembali 2020 sebagai salah satu tahun terberat di masa mendatang.

    Dampak COVID-19 merubah semua aktifitas sehari-hari kita, mulai dari cara kita bekerja dan bersantai di rumah serta menggunakan waktu luang untuk belanja bahan-bahan pokok. Karena situasi bisa selalu berubah setiap saat, dampak ke perusahaan besar maupun kecil bisa berlangsung sampai beberapa minggu ataupun bulan ke depan. UMKM, terutama adalah yang lebih riskan terhadap kondisi ekonomi saat ini. Tantangan untuk beberapa dari mereka bukan lagi untuk meraup keuntungan, melainkan untuk bertahan dan bisa menutupi biaya.

    Pada resesi atau global pandemik sebelumnya, sektor layanan on-demand seperti Lalamove dan yang lainnya masih belum populer. Tetapi, tanpa kita sadari beberapa tahun kebelakang penggunaan aplikasi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari sudah menjadi sebuah kebiasaan banyak orang.

    Satu tren yang kita bisa antisipasi setelah pandemik ini berkurang adalah akan lebih banyak lagi orang yang akan menggunakan servis yang berbasis aplikasi untuk kebutuhan mereka sehari-hari. Hal ini bisa membuka peluang untuk entrepreneur dan pebisnis untuk menganalisis seberapa siap mereka dengan platform digital serta proses untuk mengadopsinya.

    Bagaimana agar bisnis mampu beradaptasi dan terus melayani pelanggan?

    1. Komunikasi Adalah Kuncinya

    Sangatlah penting untuk memberitahu pelanggan apa yang Anda bisa dan tidak bisa lakukan pada saat-saat seperti ini. Dengan begitu banyaknya toko dan bisnis yang terpaksa tutup karena situasi COVID-19, pelanggan akan mengerti mengapa jam operasional berubah. Penting sekali melakukan mengirimkan email, update informasi di website atau sosial media Anda dengan info terbaru untuk memberitahukan pelanggan setia agar informasi tersampaikan dengan baik.

    2. Transformasi ke Platform Digital

    Apakah produk Anda menawarkan pembelian online? Dengan situasi yang sekarang ini, interaksi face-to-face dan pembelian langsung di toko menjadi lebih sulit dan lebih banyak pelanggan akan beralih ke metode digital untuk memenuhi kebutuhannya. Karena itu diperlukan strategi yang bisa memudahkan Anda bertransaksi dengan pelanggan tanpa harus meninggalkan rumah. Berikut adalah beberapa tips yang dapat Anda lakukan:

    - Tambahkan newsletter/email bahwa pembelian barang bisa langsung dikirimkan ke depan pintu rumah pelanggan Anda

    - Beri promosi khusus untuk pelanggan setia maupun pelanggan baru sebagai insentif tambahan

    3. Persiapan untuk masa mendatang

    Karena situasi yang mendesak, mitra maupun pelanggan mungkin dapat mulai melihat keuntungan melakukan transformasi digital ini. Sebagian besar dari pelanggan mungkin akan mengadopsi momentum ini dan menyadari mudahnya untuk memesan apapun dari rumah serta menerimanya langsung di depan pintu rumah mereka. Dengan memanfaatkan layanan pengiriman on-demand atau same day delivery, Anda mungkin dapat mulai melihat performa bisnis yang bisa lebih baik lagi.

    Pilihan armada yang lengkap dari Lalamove, mulai dari motor sampai dengan engkel box dapat membantu bisnismu untuk pengiriman dari skala kecil hingga besar.

    Klik disini untuk mencari tahu lebih lanjut soal pengiriman on-demand bisnismu.

    Bagikan ini di

    Lalamove

    KOMENTAR

    Tulisan Terbaru

    Bagaimana bisnis bisa bertahan menghadapi COVID-19?
    March 25, 2020
    Turunkan biaya pengiriman dengan layanan multi-stop Lalamove
    February 24, 2020
    Inspirasi menarik untuk kado Valentine
    February 13, 2020
    Tips Pengiriman Bisnis yang bisa Kamu pelajari dari Kencan Pertama
    February 11, 2020
    Kenapa harus lakukan outsourcing pengiriman last-mile bisnis kamu?
    January 20, 2020

    BARUSLETTER