Ringkasan:
Candi Ratu Boko merupakan destinasi wisata sejarah sekaligus spot sunset populer di Yogyakarta. Berlokasi di kawasan Prambanan, situs ini sebenarnya adalah kompleks keraton kuno dari abad ke-8, bukan candi seperti namanya.
Daya tarik utama Ratu Boko terletak pada gerbang megah yang sering dijadikan latar foto saat matahari terbenam. Area ini juga memiliki beberapa zona menarik seperti pendapa, keputren, kolam, hingga gua meditasi.
Untuk menuju ke lokasi, pengunjung bisa menggunakan kendaraan pribadi melalui jalur Prambanan atau naik TransJogja hingga Terminal Prambanan, lalu melanjutkan perjalanan sekitar 3 km.
Alternatif yang lebih praktis buat ke Candi Ratu Boko adalah menggunakan layanan transportasi seperti Lalamove Ride yang tersedia 24 jam di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya.
Selain Obelix Hills, ada Candi Ratu Boko yang menjadi tempat untuk menikmati sunset di Yogyakarta dari ketinggian. Aslinya, Candi Ratu Boko merupakan salah satu objek wisata sejarah dan budaya Yogyakarta. Namun, gerbang utama atau gerbang dalamnya menjadi lokasi yang cukup viral karena dijadikan spot untuk berfoto dengan latar cantik saat sore menjelang malam.
Tak hanya gerbang, ada juga gazebo, taman, serta situs reruntuhan Keraton Ratu Boko. Nah, bagaimana cara ke Candi Ratu Boko Yogyakarta?
Baca juga: Tips Jelajahi Pusat Wisata di Jogja dalam Sehari
Image: injourneydestination
Situs Keraton Ratu Boko berada di kawasan Prambanan, Sleman, tepatnya di Jl. Ratu Boko No.2, Gatak, Bokoharjo, Kec. Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Lokasinya berada sekitar 18-19 km dari pusat kota Yogyakarta dan terletak di atas bukit dengan ketinggian sekitar 196 mdpl atau hanya sekitar 3 km dari Candi Prambanan.
Image: injourneydestination
Meskipun dikenal sebagai Candi Ratu Boko, sebenarnya objek wisata tersebut bukanlah candi, melainkan kompleks keraton kuno yang diperkirakan berdiri pada abad ke-8. Kawasan ini diyakini pernah menjadi pusat permukiman atau istana pada masa Mataram Kuno.
Nama “ Ratu Boko” diyakini berasal dari Prasasti Abhayagiriwihara, yang menyebut kawasan ini sebagai tempat pertapaan yang dipimpin oleh Rakai Walaing Pu Kumbhayoni.
Berbagai peninggalan seperti gapura megah, pendapa, kolam, hingga struktur berpagar batu menunjukkan bahwa area ini dulunya bukan sekadar situs biasa, melainkan tempat penting, baik sebagai hunian bangsawan maupun pusat aktivitas spiritual.
Saat ke Keraton Ratu Boko, Anda akan melihat beberapa zona, seperti Area Utama Ratu Boko, Gerbang Utama yang menjadi simbol kemegahan masa lampau, serta Pendapa & Paseban yang luas dan diyakini dulunya digunakan untuk pertemuan, upacara, atau kegiatan kerajaan.
Ada juga zona Keputren & Kolam, berupa kolam dan ruang-ruang tertutup yang diduga sebagai area privat atau tempat pemandian. Ada juga Gua & Area Meditasi yang dulunya digunakan sebagai tempat bertapa atau kegiatan spiritual.
Baca juga: 9 Destinasi Wisata Religi Yogyakarta yang Penuh Nilai Budaya dan Sejarah
Canti Ratu Boko buka setiap hari dari pukul 07.00-17.30 WIB.
Sementara untuk tiket masuknya adalah Rp40.000 untuk weekdays dan Rp60.000 untuk weekend yang bisa Anda beli di online. Anda juga bisa menunggu senja di Ratu Boko dengan picnic set yang telah disediakan. Hanya Rp150.000, Boko Piknik ini berisi keranjang hidangan pilihan untuk teman sunset Anda.
Baca juga: Itinerary Liburan 1 Hari di Yogyakarta ala Anak Muda, Cek Spot Instagramable & Kuliner Hits Ini
Anda juga bisa ke Keraton Ratu Boko dengan kendaraan pribadi. Situs bersejarah ini bisa diakses melalui Jalan Laksda Adisucipto dan Jalan Raya Solo-Yogyakarta ke arah timur.
Saat melewati persimpangan Pasar Prambanan, ambil jalan ke kanan (arah selatan) menuju Jalan Prambanan-Piyungan. Sekitar 3 km dari persimpangan, Anda akan menjumpai papan petunjuk ke arah Keraton Ratu Boko dan ikuti terus hingga sampai.
Salah satu cara ke Candi Ratu Boko untuk wisatawan adalah dengan menggunakan TransJogja dari Halte Trans Jogja Mangkubumi 1 di kawasan Malioboro. Naiki TransJogja Jalur 1A dengan rute Bandara Adi Sutjipto-Malioboro via Prambanan.
Turun di Halte Trans Jogja Terminal Prambanan. Perjalanan akan memakan waktu sekitar 45-60 menit tergantung kondisi jalan.
Setelah turun, Anda perlu melanjutkan sekitar 3 km ke arah selatan menuju kompleks Candi Ratu Boko. Jalanannya mulai menanjak. Anda bisa lanjut dengan Lalamove Ride untuk perjalanan lebih nyaman dan praktis.
Kalau mau lebih praktis, bisa naik Lalamove Ride langsung dari hotel atau penginapan. Layanan antar penumpang dari Lalamove ini sudah hadir di Yogyakarta yang mencakup Sleman, Bantul, Kota Yogyakarta, Kulon Progo, Gunung Kidul, Magelang, Wonosobo, Purworejo, Klaten, Boyolali, Karanganyar, Sukoharjo, Surakarta, Wonogiri, dan Sragen.
Lalamove Ride hadir 24 jam dengan armada Ride, Ride XL, Car, dan Car XL berkapasitas enam penumpang. Download aplikasi Lalamove, lalu pilih menu Ride/Penumpang. Cek kode promo Lalamove untuk perjalanan lebih hemat.