Tips Wisata

5 Destinasi Wisata Religi Yogyakarta yang Penuh Nilai Budaya dan Sejarah

featured image

Ringkasan:

  • Yogyakarta memiliki banyak destinasi wisata religi yang mencerminkan keberagaman budaya dan sejarah.

  • Beberapa tempat wisata religi yang kerap dikunjungi antara lain Masjid Agung Kotagede, Masjid Gedhe Kauman, dan Candi Ratu Boko.

  • Selain menjadi tempat ibadah, destinasi ini juga menyimpan nilai sejarah, arsitektur unik, serta tradisi budaya yang masih terjaga hingga sekarang.

Yogyakarta memang terkenal sebagai kota budaya yang selalu ramai dikunjungi wisatawan. Namun, selain tempat wisata alam, wisata religi Jogja juga menawarkan pengalaman perjalanan yang tidak kalah menarik.

Dari masjid hingga gereja dan pura, semuanya mencerminkan keberagaman budaya yang hidup di kota ini. Mengunjunginya bisa menjadi cara untuk melihat sisi lain dari Yogyakarta yang lebih tenang dan bernilai spiritual.

Nah, simak rekomendasi wisata religi Jogja yang bisa Anda jelajahi.

Masjid Agung Kotagede

Masjid Agung Kotagede

Image: Wikipedia

Mengunjungi kawasan Kotagede terasa belum lengkap tanpa mampir ke Masjid Agung Kotagede. Masjid ini berada di Sayangan, Jagalan, Banguntapan, Bantul dan dibangun pada masa Panembahan Senopati. Gaya arsitekturnya masih mempertahankan ciri khas Jawa dengan nuansa klasik.

Selain masjidnya yang bersejarah, di kompleks ini juga terdapat makam raja-raja Mataram dan keluarganya. Pengunjung dapat berziarah ke makam Panembahan Senopati, Ki Ageng Pemanahan, hingga Sultan Seda Krapyak. Untuk masuk ke area makam, pengunjung harus mengenakan pakaian adat berupa jarik dan kemben serta melepas hijab.

Masjid Gedhe Kauman

Masjid Gedhe Kauman

Image: STARJOGJA/Deni

Salah satu tempat yang cukup dikenal oleh masyarakat Jogja adalah Masjid Gedhe Kauman atau Masjid Agung dari Keraton Yogyakarta. Dibangun pada abad ke-18 tepatnya pada masa pemerintahan Sri Sultan Hamengkubuwono I.

Bangunan utamanya memiliki atap bertumpang tiga dengan mustaka di puncaknya yang sarat makna filosofis. Arsitektur masjid ini bernuansa Jawa tradisional dan terdapat unsur Islam, terlihat dari gerbang, serambi luas, hingga tiang-tiang penyangga kokoh bergaya keraton.

Di halaman masjid juga terdapat kolam ikan memanjang dan pepohonan yang membuat suasana terasa sejuk dan tenang. Menariknya lagi, saat Ramadan tiba area sekitar masjid biasanya semakin ramai dengan adanya pasar malam.

Baca juga: Hangout di Alun-Alun Yogyakarta? Ada Apa Aja Sih?

Kompleks Makam Pakualaman Girindo

Kompleks Makam Pakualaman Girindo

Image: Instagram/kulonprogo_ku

Makam Pakualaman Girigondo merupakan kompleks pemakaman keluarga Kadipaten Pakualaman yang sarat nilai sejarah. Tempat ini dibangun pada abad ke-19 ketika area pemakaman di Kotagede mulai penuh. Karena itulah, kawasan baru ini dipilih sebagai lokasi pemakaman keluarga Pakualaman.

Kompleks makam ini memiliki struktur bertingkat yang terdiri dari enam teras. Setiap teras dihubungkan dengan tangga yang mengarah ke bagian atas bukit. Secara keseluruhan, pengunjung perlu menaiki sekitar 258 anak tangga untuk mencapai area makam utama.

Meski perjalanan menuju puncaknya cukup panjang, suasana di atas bukit terasa sangat menenangkan. Pemandangan perbukitan dan udara segar membuat pengalaman berkunjung ke tempat ini terasa makin berkesan.

Baca juga: Itinerary Liburan 1 Hari di Yogyakarta ala Anak Muda, Cek Spot Instagramable & Kuliner Hits Ini

Masjid Pathok Negoro

Masjid Pathok Negoro

Image: Wikipedia

Masjid Pathok Negoro Plosokuning merupakan bangunan bersejarah yang memiliki arsitektur mirip dengan Masjid Gedhe Kauman. Ciri utamanya terlihat pada atap tumpang yang dihiasi mustaka.

Berbeda dengan Masjid Gedhe yang memiliki tiga tumpang, masjid ini hanya memiliki dua tingkat atap. Bangunan ini kini telah ditetapkan sebagai cagar budaya dan tetap dipertahankan keasliannya. Di sekitar kawasan masjid juga terdapat sumur tua yang diyakini menjadi tempat persinggahan Sri Sultan Hamengkubuwono I pada masa lalu.

Baca juga: Cara ke HeHa Sky View dari Malioboro, Wisata Viral dengan City View

Candi Ratu Boko

Candi Ratu Boko

Image: Pinterest (Widya)

Menurut catatan sejarah, situs ini awalnya merupakan kompleks wihara Buddha bernama Abhayagiri Wihara yang dibangun pada masa Mataram Kuno sekitar abad ke-8. Di dalam kompleksnya terdapat berbagai struktur menarik seperti kolam pemandian serta ruang-ruang tertutup yang diduga menjadi area privat kerajaan.

Selain menyimpan nilai sejarah dan religi, Candi Ratu Boko juga terkenal sebagai salah satu spot sunset terbaik di Yogyakarta. Saat matahari mulai terbenam, pemandangan langit yang berpadu dengan siluet bangunan kuno menciptakan suasana yang sangat fotogenik.

Anda juga bisa menikmati pengalaman berbeda di Andrawina Plaza, seperti gala dinner dengan latar Gunung Merapi, Candi Prambanan, dan kota Yogyakarta, atau mengikuti paket wisata membatik yang tersedia di kawasan ini.

Baca juga: Alternatif Wisata Pantai Hidden Gem Selain Parangtritis yang Lebih Sepi & Bikin Damai

Demikian ulasan mengenai rekomendasi tempat wisata religi di Yogyakarta. Tidak hanya cocok untuk beribadah, Anda juga bisa mengenal lebih dekat budaya masyarakatnya serta sejarahnya. Agar kunjungan lebih nyaman, sebaiknya datang lebih pagi dan mengenakan pakaian yang sopan saat berada di area ibadah.

Berkunjung buat wisata religi di Jogja, jadi lebih aman dan nyaman dengan naik Lalamove Ride. Layanan antar penumpang dari Lalamove ini hadir dengan pilihan armada Ride, Ride XL, Car, dan Car XL berkapasitas maksimal enam penumpang.

Tarif Lalamove Ride lebih terjangkau dan hadir 24 jam untuk perjalanan lebih praktis dan nyaman. Siap untuk jalan-jalan di Yogyakarta? Download aplikasi Lalamove dan pilih menu Ride/Penumpang.

Yuk Jalan-jalan di Yogyakarta Pakai Lalamove Ride!

FAQ

FAQ
Apa saja rekomendasi tempat wisata religi yang bisa dikunjungi di Yogyakarta?

Beberapa destinasi wisata religi di Yogyakarta antara lain Masjid Agung Kotagede, Masjid Gedhe Kauman, Makam Pakualaman Girigondo, Masjid Pathok Negoro, dan Candi Ratu Boko.

Mengapa wisata religi di Yogyakarta menarik untuk dikunjungi?

Karena tidak hanya menjadi tempat ibadah, banyak lokasi wisata religi di Yogyakarta yang memiliki nilai sejarah tinggi, arsitektur unik, serta mencerminkan keberagaman budaya yang hidup di kota ini.

Kapan waktu terbaik untuk mengunjungi wisata religi di Yogyakarta?

Waktu terbaik adalah pagi hari agar suasana lebih tenang dan nyaman. Beberapa tempat juga memiliki suasana khusus saat perayaan hari besar keagamaan.

Apa yang perlu diperhatikan saat mengunjungi tempat wisata religi?

Pengunjung disarankan mengenakan pakaian yang sopan, menjaga ketenangan, serta mengikuti aturan yang berlaku di setiap tempat ibadah, terutama jika area tersebut juga digunakan untuk kegiatan keagamaan.

Read more