Ringkasan
Yogyakarta menawarkan beragam wisata sejarah yang cocok untuk liburan edukatif bersama anak. Mulai dari peninggalan kerajaan seperti Keraton Yogyakarta dan Taman Sari, hingga situs perjuangan seperti Benteng Vredeburg dan Monumen Yogya Kembali.
Semua tempat ini tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga menyimpan nilai sejarah dan edukasi yang bisa membantu anak memahami perjalanan budaya dan perjuangan bangsa dengan cara yang menyenangkan.
Perjalanan menjelajahi objek wisata sejarah di Yogyakarta semakin nyaman dengan layanan Lalamove Ride yang hadir 24 jam.
Yogyakarta menyimpan beragam jenis wisata. Sebut saja yang Anda mau. Wisata kuliner Jogja yang bakal memanjakan perut tersedia banyak. Kalau mau wisata alam yang bikin healing tipis-tipis, juga bebas dipilih.
Tak ketinggalan wisata sejarah Yogyakarta yang bisa jadi momen tepat liburan sekaligus belajar buat si kecil. Anda akan menemukan peninggalan kerajaan, situs perjuangan, sampai bangunan bersejarah.
Berikut rekomendasi tempat wisata sejarah di Yogyakarta yang wajib dikunjungi.
Image: Kompas (Jogjakarta.go.id)
Alamat: Jl. Rotowijayan No.1, Panembahan, Kecamatan Kraton, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55131
Keraton Yogyakarta bukan hanya istana, melainkan pusat dari sistem budaya dan pemerintahan Kesultanan Yogyakarta yang masih berjalan hingga hari ini. Didirikan oleh Sultan Hamengkubuwono I, keraton ini dirancang dengan filosofi kosmologi Jawa, di mana tata letaknya mencerminkan keseimbangan antara manusia, alam, dan Tuhan.
Saat memasuki kawasan keraton, Anda akan melihat bagaimana setiap bangunan memiliki fungsi dan makna simbolis. Contohnya, pendopo digunakan sebagai ruang terbuka untuk interaksi sosial dan upacara, sementara area dalam keraton bersifat lebih sakral.
Koleksinya juga banyak, seperti keris, kereta kencana, hingga atribut kerajaan yang menjadi simbol kekuasaan.
Image: Kompas (Shutterstock/Nuttaphong Kanchanachaya)
Alamat: Patehan, Kraton, Yogyakarta City, Special Region of Yogyakarta 55133
Taman Sari dulunya merupakan kompleks pesanggrahan kerajaan yang memiliki fungsi lebih dari sekadar taman. Tempat ini menjadi ruang rekreasi, meditasi, hingga pertahanan tersembunyi bagi sultan dan keluarga kerajaan.
Yang menarik, Taman Sari dirancang dengan sistem air yang kompleks, termasuk kolam pemandian, kanal, dan danau buatan. Pada masanya, teknologi ini menunjukkan kecanggihan arsitektur. Lorong bawah tanah yang ada di kawasan ini juga diyakini berfungsi sebagai jalur evakuasi rahasia.
Salah satu bagian paling ikonik adalah masjid bawah tanah yang memiliki desain melingkar dengan tangga di tengah, mencerminkan konsep spiritual perjalanan manusia menuju Tuhan. Indah secara visual, tapi juga kaya akan nilai filosofis.
Baca juga: Serba-serbi Wisata Taman Sari di Kota Yogyakarta
Image: Kompas (Shutterstock/HariPrasetyo)
Alamat: Jl. Margo Mulyo No.6, Ngupasan, Kec. Gondomanan, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55122
Rekomendasi wisata sejarah Jogja yang tak pernah ketinggalan saat anak sekolah study tour ke kota ini adalah Benteng Vredeburg. Benteng Vredeburg menjadi bukti nyata bagaimana kekuasaan kolonial Belanda berusaha mengontrol Yogyakarta. Meski secara resmi dibangun untuk “melindungi” keraton, posisi dan desain benteng ini justru memudahkan Belanda mengawasi aktivitas di dalamnya.
Kini, fungsi benteng telah berubah menjadi museum yang menyajikan perjalanan sejarah Indonesia, khususnya di Yogyakarta. Diorama yang ditampilkan tidak hanya menggambarkan peristiwa, tetapi juga mencoba “menghidupkan” suasana perjuangan rakyat, mulai dari masa penjajahan hingga kemerdekaan.
Lokasinya yang berada di Titik Nol Kilometer, jadi tempatnya strategis banget.
Baca juga: 9 Destinasi Wisata Religi Yogyakarta yang Penuh Nilai Budaya dan Sejarah
Image: Wikipedia
Alamat: Jl. Ring Road Utara, Jongkang, Sariharjo, Kec. Ngaglik, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55581
Monumen Yogya Kembali dibangun untuk memperingati momen penting ketika Yogyakarta kembali menjadi ibu kota Indonesia setelah ditinggalkan oleh Belanda. Peristiwa ini menjadi simbol keberhasilan perjuangan Indonesia.
Bentuk bangunan yang menyerupai gunung (kerucut) melambangkan harapan dan kekuatan. Di dalamnya, Anda akan menemukan berbagai diorama dan relief yang menggambarkan peristiwa seperti Serangan Umum 1 Maret 1949 hingga strategi perang gerilya.
Enaknya ke sini, pengunjung akan dijelaskan mengenai kronologis dengan cara yang mudah dimengerti. Jadi, anak-anak pun bisa memahami alur perjuangan secara utuh.
Image: Kompas (SHUTTERSTOCK/WINDU_DOLAN)
Alamat: Jl. Raya Solo - Yogyakarta, Kranggan, Bokoharjo, Kec. Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55571
Candi Prambanan merupakan bukti kejayaan peradaban Hindu di Jawa. Kompleks ini didedikasikan untuk Trimurti: Brahma, Wisnu, dan Siwa, dengan Candi Siwa sebagai bangunan utama.
Relief yang terukir di dinding candi menceritakan kisah epik Ramayana, yang tidak hanya berfungsi sebagai hiasan, tetapi juga media penyampaian nilai moral dan kepercayaan masyarakat saat itu.
Baca juga: Wisata Candi Tersembunyi di Bantul Yogyakarta
Image: pariwisata.slemankab
Alamat: Jl. Boyong No.KM 25, Kaliurang, Hargobinangun, Kec. Pakem, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55582
Ada satu museum yang tak boleh dilewatkan kalau mau belajar sejarah di Yogyakarta, yakni Museum Ullen Sentalu. Museum Ullen Sentalu akan mengajak pengunjung memahami kehidupan bangsawan Jawa melalui cerita.
Koleksi seperti batik, lukisan, dan surat-surat pribadi memberikan gambaran tentang kehidupan sosial, politik, dan budaya pada masa lalu. Penjelasan dari pemandu membuat setiap detail terasa lebih hidup dan mudah dipahami.
Selain sebagai tempat ibadah, Prambanan juga memiliki arsitektur yang indah pada masanya. Bangunan yang menjulang dan detail ukiran yang rumit menjadi bukti kemajuan peradaban saat itu.
Image: Wikipedia
Alamat: Jl. Margo Mulyo No.6, Ngupasan, Kec. Gondomanan, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55122
Monumen ini menjadi pengingat pentingnya Serangan Umum 1 Maret 1949, yang menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia masih memiliki kekuatan melawan penjajah.
Meski hanya berlangsung beberapa jam, serangan ini memiliki dampak besar secara politik dan diplomasi. Monumen ini hadir sebagai simbol keberanian yang berhasil mengubah persepsi internasional terhadap Indonesia.
Itulah rekomendasi wisata sejarah di Yogyakarta yang bisa Anda kunjungi. Anda juga bisa membuat itinerary liburan 1 hari di Jogja yang berisi beberapa objek wisata sejarah di kota ini.
Nah, biar perjalanan semakin nyaman selama di Yogyakarta, jangan lupa pesan Lalamove Ride yang siap antar-jemput Anda. Lalamove Ride kini sudah hadir di Yogyakarta, khususnya di Sleman, Bantul, Kota Yogyakarta, Kulon Progo, Gunung Kidul, Magelang, Wonosobo, Purworejo, Klaten, Boyolali, Karanganyar, Sukoharjo, Surakarta, Wonogiri, dan Sragen dengan pilihan armada Ride, Ride XL, Car, dan Car XL berkapasitas maksimal enam penumpang.
Layanan Lalamove Ride hadir 24 jam di Jogja. Jadi, mau hunting tempat sarapan atau cari tempat wedangan legendaris di Jogja malam-malam, tenang aja, karena mitra driver Lalamove siap antar-jemput.
Download aplikasi Lalamove, lalu pilih menu Ride/Penumpang.