Bisnis

8 Perubahan Perilaku Konsumen Akibat Pandemi yang Perlu Diketahui Pebisnis

Adanya pandemi Covid-19 menimbulkan banyaknya perubahan. Aktivitas di luar rumah dibatasi. Sebagian besar kegiatan dilakukan secara online. Akibatnya, perilaku masyarakat pun ikut berubah, termasuk dalam perannya sebagai konsumen.

Perubahan perilaku konsumen tidak hanya sebatas pada barang yang dibeli saja tetapi juga pada bagaimana konsumen mencari dan memesan barang tersebut. Perubahan ini diprediksi akan secara permanen membentuk perilaku dan kebiasaan baru bahkan setelah pandemi berakhir. 

Bisnis pun berlomba-lomba untuk beradaptasi dengan perubahan perilaku konsumen lewat berbagai cara. Oleh karena itu, kamu sebagai pebisnis perlu mengetahui perilaku konsumen yang baru agar dapat bertahan dan bersaing dengan kompetitor serta menyesuaikan strategi bisnis ke depannya. Berikut 8 perubahan perilaku konsumen akibat pandemi yang kamu perlu ketahui.

Daftar Isi

1. Semakin Peduli Kesehatan
2. Fokus pada Harga dan Kebutuhan
3. Lebih Sering Memasak
4. Serba Online
5. Model Bisnis Berlangganan
6. Layanan Bebas Kontak
7. Pembayaran Cashless
8. Layanan yang Cepat dan Efisien

 

Semakin Peduli Kesehatan

hand-chooses-emoticon-icons-healthcare-medical-symbol-wooden-block-healthcare-medical-insurance-concept_39665-204

Adanya pandemi ini membuat masyarakat semakin peduli terhadap kesehatan mereka maupun orang-orang terdekat. Menurut riset Nielsen, sebanyak 44% konsumen mengaku mereka jadi lebih sering mengonsumsi produk kesehatan. 

Dengan adanya concern ini, permintaan atas produk kesehatan seperti vitamin, suplemen, dan makanan sehat dan produk kebersihan seperti sabun, tisu, dan hand sanitizer semakin meningkat. Bagi yang memiliki bisnis kuliner, salah satu hal yang bisa kamu lakukan adalah mengedukasi dan meyakinkan konsumenmu bahwa makanan yang kamu jual merupakan makanan sehat. 


Fokus pada Harga dan Kebutuhan

business-woman-working-with-financial-data-hand-using-calculator_127657-7812

Dengan dampak Covid-19 pada perekonomian, daya beli masyarakat pun cenderung menurun. Konsumen jadi lebih memprioritaskan harga dan kebutuhan pokok seperti makanan dan produk kebersihan saat membeli barang. Sementara kebutuhan-kebutuhan yang kurang esensial dikesampingkan. Kamu bisa menyiasati hal ini dengan menawarkan promo, diskon, atau paket bundling untuk menarik konsumen agar tetap membeli produk yang kamu jual.


Lebih Sering Memasak

woman-housewife-apron-using-steel-metal-saucepan-preparing-dinner-kitchen-home_122732-2425

Terlalu sering membeli makan tentu akan membuat pengeluaran jadi lebih besar. Makanya, saat ini mulai muncul tren masak sendiri di rumah. Riset menunjukkan penjualan bahan pokok meningkat, begitu pula dengan peralatan masak. Orang-orang mulai mencari berbagsai resep sederhana nan kreatif untuk dicoba. 

Perilaku ini bisa menjadi peluang baru bagi pebisnis kuliner sebagai salah satu kategori bisnis yang paling terdampak, misalnya dengan menjual bahan baku, makanan beku (frozen) atau makanan ready to eat


Serba Online

online-shopping-paper-cartons-parcel-with-shopping-cart-logo-laptop-keyboard_9635-3291

Imbauan social distancing membuat hampir semua kegiatan dilakukan secara online mulai dari belanja kebutuhan hingga akses layanan seperti hiburan, kesehatan, dan olahraga. Riset menyatakan belanja online akan menjadi kebiasaan baru konsumen pasca pandemi dan diprediksi akan bertahan dalam jangka panjang. Menariknya, kegiatan belanja online yang awalnya didominasi oleh generasi milenial kini juga diperkirakan akan menyebar ke generasi-generasi lainnya seperti generasi X dan boomer.

Untuk kamu yang lebih banyak melakukan penjualan secara offline, hal ini mungkin menjadi berita yang kurang baik. Namun, ini bisa menjadi peluang yang bagus bagi kamu untuk memperluas jangkauan konsumen lho. Kamu bisa mempertahankan bisnismu dan kembali meningkatkan penjualan dengan mengembangkan strategi digital serta meningkatkan kehadiran online, misalnya dengan memanfaatkan platform media sosial dan marketplace.

Baca Juga: 8 Strategi Agar Bisnis Bisa Beradaptasi & Raih Kesempatan Baru di New Normal


Model Bisnis Berlangganan

paper-card_58466-6118

Dengan segalanya beralih ke online, model bisnis berlangganan (subscription) memiliki potensi untuk berkembang. Pasalnya, belanja online jadi dilakukan secara rutin untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Orang yang tadinya belanja ke pasar sekarang jadi membeli sayuran secara online. Orang yang tadinya memesan lunch box sesekali saja karena bisa makan di luar, kini rutin memesan makanan setiap harinya. 

Frekuensi pemesanan yang meningkat membuat model bisnis berlangganan atau subscription bisa menjadi alternatif yang lebih hemat biaya dan efisien, khususnya bagi kamu yang menjual produk kebutuhan sehari-hari. Kamu bisa menawarkan paket mingguan atau bulanan kepada konsumenmu. Lewat model bisnis ini, konsumen juga jadi tidak perlu repot-repot melakukan pemesanan setiap harinya. 

 

Layanan Bebas Kontak

asian-woman-pick-up-delivery-food-bag-from-door-knob-thumb-up-form-contactless-contact-free-from-delivery-rider-with-bicycle-front-house-social-distancing-infection-risk-coronavirus-concept_73503-1925
Konsumen tentu ingin merasa aman saat bertransaksi dan menerima pesanan, salah satunya dengan melakukan kontak sesedikit mungkin dengan orang lain. Maka itu, layanan dan pengiriman bebas kontak kini menjadi kenormalan baru. 

Ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk menunjukkan kepedulianmu terhadap keamanan konsumen. Salah satunya dengan mengedukasi konsumen terkait cara menerima barang tanpa kontak langsung, misalnya dengan memberi pesan tambahan kepada kurir untuk menempatkan paket di depan pintu. 

Cara lain adalah dengan membagikan lewat media sosial terkait langkah-langkah apa saja yang kamu ambil untuk menjamin keamanan mereka, misalnya mewajibkan seluruh karyawan khususnya yang bertanggung jawab packaging untuk menggunakan sarung tangan.

 

Pembayaran Cashless

mobile-payments-mobile-scanning-payments-face-face-payments_1359-1148

WHO menyebutkan uang tunai berpotensi menyebarkan Covid-19. Makanya saat ini banyak orang yang lebih memilih untuk melakukan pembayaran secara non-tunai atau cashless. Menurut BI, transaksi non-tunai meningkat selama masa pandemi. 

Untuk beradaptasi dengan tren ini, kamu bisa menawarkan pilihan pembayaran cashless seperti melalui scan QR atau dompet digital. Dengan menyediakan pilihan pembayaran non-tunai, kamu memberikan kemudahan bagi konsumen untuk bertransaksi dengan lebih praktis, aman, dan efisien. 

Layanan yang Cepat dan Efisien

IMG_5695
Karena konsumen kini banyak membeli kebutuhan sehari-hari secara online, permintaan akan pelayanan yang cepat dan efisien juga meningkat. Kamu bisa mengantisipasi hal ini dengan menawarkan pilihan durasi pengiriman barang yang lebih beragam.

Misalnya jika sebelumnya kamu hanya menjual barang secara pre-order, sekarang kamu bisa menawarkan pembelian secara langsung dan menawarkan pengiriman on-demand atau same day delivery. Jika sebelumnya kamu hanya berjualan lewat marketplace, kamu bisa meningkatkan penjualan dengan menawarkan pemesanan secara langsung atau direct to consumer. Jadi, konsumen yang membutuhkan produkmu dengan cepat bisa menghubungimu secara langsung dan mengakses produkmu dengan mudah.

infographic_jkt-01

Dengan memahami perubahan-perubahan di atas, kamu bisa memberikan pelayanan yang lebih maksimal lagi kepada konsumen dan menyesuaikan bisnismu dengan kebutuhan mereka. Bahkan, kamu bisa menemukan kesempatan dan peluang baru untuk mengembangkan bisnismu.

Ingin meningkatkan kepuasan konsumen dan menjangkau pasar yang lebih luas? Lalamove siap menjadi partner pengiriman on-demand yang terpercaya untuk bisnismu. Dengan berbagai fitur seperti multi-stop dan door-to-door delivery serta pilihan armada yang lengkap, kamu bisa meningkatkan performa bisnismu dan meraih kesempatan baru.

Kembangkan Bisnismu Bersama Lalamove!

Read more

Siap melakukan pengiriman?

Download Lalamove sekarang dan lakukan pengiriman ke berbagai tempat.