Apa Itu Last Mile Delivery? Pengertian, Jenis, Tantangan, dan Pentingnya bagi Bisnis Online
Ringkasan
-
Last mile delivery adalah tahap akhir proses pengiriman barang dari pusat distribusi menuju pelanggan akhir. Tahap ini menjadi bagian penting dalam rantai logistik karena berhubungan langsung dengan pengalaman pelanggan.
-
Dalam bisnis online, last mile delivery juga berperan besar dalam menjaga kepuasan pelanggan, reputasi brand, dan peluang repeat order.
-
Seiring meningkatnya tren belanja online, kebutuhan pengiriman cepat dan fleksibel membuat proses last mile delivery semakin kompleks. Karena itu, banyak bisnis mulai memanfaatkan layanan logistik berbasis teknologi seperti Lalamove.
Pernahkah Anda menerima komplain pelanggan karena paket datang terlambat, rusak, atau salah kirim? Di era belanja online seperti sekarang, pengalaman pengiriman menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kepuasan pelanggan, dan hal ini sangat berkaitan dengan proses last mile delivery.
Bagi pelaku usaha, masalah pengiriman bukan sekadar urusan logistik. Ketika pelanggan kecewa, brand atau usaha Anda tetap menjadi pihak pertama yang menerima komplain hingga rating buruk.
Yuk, simak artikel untuk memahami apa itu last mile delivery dan mengapa proses ini penting bagi kelangsungan bisnis Anda.
Baca juga: Pengiriman First Mile, Mid Mile, dan Last Mile bersama Lalamove
Apa Itu Last Mile Delivery?
Last mile delivery merupakan tahap akhir dalam rantai pasok ketika barang dikirim dari pusat distribusi menuju pelanggan akhir. Tahap ini dianggap sangat krusial karena melibatkan kontak langsung dengan pelanggan sekaligus menjadi salah satu bagian paling kompleks dan memakan biaya terbesar dalam proses logistik.
Dalam praktiknya, proses last mile delivery melibatkan beberapa tahapan, mulai dari pengambilan barang di gudang atau pusat distribusi, sortir dan pengemasan barang, proses pengiriman ke alamat pelanggan, hingga pemberitahuan status pengiriman secara real-time. Pada beberapa kondisi, proses ini juga mencakup pengembalian barang apabila pesanan rusak atau tidak sesuai.
Proses last mile delivery juga melibatkan berbagai pihak, seperti perusahaan logistik, kurir, hingga platform e-commerce yang bekerja sama untuk memastikan barang dapat diterima pelanggan dengan baik.
Saat ini, penggunaan teknologi seperti GPS dan sistem pelacakan paket juga membantu membuat proses pengiriman menjadi lebih efisien dan transparan.
Jenis-Jenis Model Last Mile Delivery
Last mile delivery memiliki beberapa model pengiriman yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan bisnis, jenis produk, hingga tingkat urgensi pengiriman. Berikut beberapa model last mile delivery yang umum digunakan:
On-Demand Delivery
Model ini digunakan untuk pengiriman yang membutuhkan waktu cepat atau bersifat mendesak, seperti makanan, obat-obatan, atau produk mudah rusak. Pengiriman biasanya dilakukan segera setelah pesanan diterima.
Standard Scheduled Delivery
Pada model ini, pelanggan dapat memilih jadwal atau estimasi waktu pengiriman sesuai preferensi mereka. Model ini banyak digunakan pada bisnis ritel dan e-commerce.
Same-Day atau Express Delivery
Pengiriman dilakukan di hari yang sama atau dalam waktu singkat setelah pesanan dibuat. Layanan ini semakin populer karena pelanggan kini menginginkan proses pengiriman yang lebih cepat dan praktis.
Pickup Point Delivery
Pada model ini, barang dikirim ke titik pengambilan tertentu seperti locker, minimarket, atau lokasi pengambilan paket lainnya sehingga pelanggan dapat mengambil pesanan secara mandiri.
Pemilihan model last mile delivery yang tepat dapat membantu bisnis meningkatkan efisiensi pengiriman sekaligus menyesuaikan layanan dengan kebutuhan pelanggan.
Mengapa Last Mile Delivery Penting bagi Bisnis?

Meningkatnya tren belanja online membuat pelanggan semakin mengutamakan pengiriman yang cepat, aman, dan mudah dipantau. Bahkan keterlambatan pengiriman dalam waktu singkat saja dapat memengaruhi kepuasan pelanggan terhadap sebuah brand.
Menurut studi Ipsos dan Octopia tahun 2022, sebanyak 85% pelanggan online menganggap waktu pengiriman sebagai faktor penting saat berbelanja online, dan 57% pelanggan bahkan menginginkan opsi pengiriman di hari yang sama atau keesokan harinya.
Studi tersebut juga menunjukkan bahwa pengalaman pengiriman dapat memengaruhi keputusan pelanggan untuk kembali berbelanja pada sebuah brand. Hal ini menunjukkan bahwa proses last mile delivery kini bukan lagi sekadar urusan logistik, tetapi juga menjadi bagian penting dari customer experience dan strategi bisnis.
Selain itu, proses last mile delivery juga menjadi semakin penting karena beberapa faktor berikut:
-
tingginya ekspektasi pelanggan terhadap pengiriman cepat dan fitur real-time tracking,
-
kemacetan di area perkotaan yang membuat proses distribusi lebih kompleks,
-
biaya logistik yang semakin tinggi, di mana proses last mile delivery dapat mencakup lebih dari 50% total biaya pengiriman,
-
meningkatnya permintaan pengiriman dari sektor e-commerce, ritel, makanan, hingga layanan kesehatan,
-
serta persaingan bisnis yang membuat layanan pengiriman cepat menjadi nilai tambah bagi pelanggan.
Oleh sebab itu, proses last mile delivery yang optimal dapat membantu bisnis mengurangi komplain pelanggan, meminimalkan risiko barang yang di-retur, menjaga reputasi brand, dan meningkatkan loyalitas pelanggan.
Baca juga: Tantangan Utama Last-Mile Delivery yang Harus Dihadapi oleh Bisnis Kecil
Tantangan Last Mile Delivery di Era Belanja Online
Meski penting, proses last mile delivery juga memiliki banyak tantangan. Dalam praktiknya, tahap pengiriman terakhir ini sering menjadi bagian paling kompleks karena melibatkan berbagai kondisi yang sulit diprediksi, mulai dari kemacetan, alamat pelanggan yang sulit ditemukan, hingga tingginya volume pengiriman.
Beberapa kendala yang sering terjadi antara lain:
-
keterlambatan pengiriman,
-
barang rusak saat perjalanan,
-
salah alamat atau gagal kirim,
-
hingga kurangnya informasi pelacakan paket secara real-time.
Masalahnya, pelanggan biasanya tidak terlalu memedulikan di mana letak kesalahan terjadi. Ketika barang datang terlambat atau rusak, brand tetap menjadi pihak pertama yang menerima komplain hingga ulasan negatif.
Guna membantu proses pengiriman berjalan lebih efektif, banyak bisnis kini mulai memanfaatkan layanan logistik berbasis teknologi. Salah satunya melalui fitur Live Tracking yang memungkinkan pelaku usaha maupun pelanggan memantau posisi pengiriman secara langsung.
Baca juga: 5 Tips Mengatur Pengiriman Last-Minute Biar Nggak Bikin Pusing dan Tetap Efisien
Bagaimana Mengoptimalkan Last Mile Delivery?

Agar proses pengiriman last mile delivery semakin optimal, pastikan bisnis Anda memilih partner logistik terpercaya sesuai dengan kebutuhan bisnis.
Partner logistik yang tepat dapat membantu bisnis mengurangi risiko keterlambatan pengiriman, salah alamat, maupun komplain pelanggan. Selain itu, layanan logistik berbasis teknologi juga memudahkan bisnis memantau proses distribusi secara lebih transparan dan efisien.
Salah satunya Lalamove yang membantu proses last mile delivery berjalan lebih cepat dan fleksibel. Melalui aplikasi, pengguna dapat memilih armada sesuai kebutuhan pengiriman, mulai dari motor, mobil, blind van, pick up, truk engkel, CDD, hingga Fuso untuk pengiriman barang dalam jumlah besar.
Lalamove juga menyediakan berbagai fitur yang membantu proses pengiriman menjadi lebih praktis dan terpercaya, seperti:
-
Live Tracking untuk memantau posisi pengiriman secara real-time
-
Instant dan same day delivery untuk kebutuhan pengiriman cepat. Bisa disesuaikan dengan kebutuhan bisnis Anda
-
Multi-stop untuk pengiriman ke beberapa lokasi sekaligus sehingga tarif pengiriman jadi lebih efisien
-
Layanan tersedia 24 jam sehingga mendukung kebutuhan bisnis Anda kapan saja
-
Aplikasi yang user-friendly sehingga pencarian alamat, menentukan jenis armada, hingga proses pembayaran yang mudah mempercepat proses pemesanan
-
Mitra driver yang tersebar di banyak titik sehingga memudahkan proses pengiriman
Seluruh mitra driver Lalamove juga terpercaya dan terlatih menangani paket kecil hingga barang besar sehingga proses pengiriman jadi lebih aman. Seluruh barang yang dikirim juga telah dilindungi oleh asuransi sehingga memberikan Anda rasa tenang.
Siap untuk kirim barang ke customer? Percayakan urusan pengirimannya dengan Lalamove. Download aplikasi Lalamove dan upgrade ke akun Mitra Bisnis Lalamove.
Nikmati berbagai keuntungan, mulai dari prioritas pengiriman, diskon & cashback, dedicated customer service, dan laporan keuangan hingga asuransi Premium. Daftar sekarang dengan mengisi form di link berikut ini.
FAQ
Last mile delivery adalah tahap akhir pengiriman barang dari gudang atau pusat distribusi menuju alamat pelanggan akhir. Proses ini menjadi bagian penting dalam logistik karena berkaitan langsung dengan pengalaman pelanggan.
Last mile delivery memengaruhi kepuasan pelanggan, reputasi brand, hingga peluang pelanggan melakukan repeat order. Pengiriman yang cepat dan tepat waktu dapat membantu meningkatkan customer experience.
Beberapa model last mile delivery yang umum digunakan antara lain on-demand delivery, standard scheduled delivery, same-day delivery, dan pickup point delivery.
Tantangan yang sering terjadi meliputi keterlambatan pengiriman, kemacetan, alamat pelanggan yang sulit ditemukan, barang rusak saat perjalanan, hingga kurangnya informasi tracking secara real-time.
Bisnis dapat mengoptimalkan last mile delivery dengan memilih partner logistik terpercaya, menggunakan fitur live tracking, memastikan kualitas pengemasan barang, dan mengatur rute pengiriman lebih efisien.
Lalamove menyediakan berbagai pilihan armada, fitur Live Tracking, instant dan same day delivery, layanan 24 jam, hingga Multi-stop delivery yang membantu proses pengiriman menjadi lebih cepat, fleksibel, dan efisien.
Lalamove menyediakan armada mulai dari motor, mobil, blind van, pick up, truk engkel, CDD, hingga Fuso untuk kebutuhan pengiriman barang kecil maupun besar.
Bisa. Lalamove memiliki fitur Live Tracking yang memungkinkan pengirim maupun pelanggan memantau posisi pengiriman secara real-time melalui aplikasi.
