Pengiriman Terjadwal vs On-Demand, Mana Lebih Efisien Bagi Perusahaan?
Berikut ini adalah perbandingan antara pengiriman terjadwal vs on-demand yang bisa dimaksimalkan untuk bisnis agar pengiriman menjadi lebih lancar.
Seiring dengan hadirnya layanan pengiriman on-demand seperti Lalamove, perusahaan bisa lebih fleksibel memesan armada secara online yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan bisnis mereka.
Saat mau kirim barang, Anda akan dihadapi dengan dua jenis pengiriman, yakni on-demand atau saat itu juga dan pengiriman terjadwal (scheduling). Keduanya, sama-sama berperan penting untuk memindahkan barang, tetapi cara kerja dan dampaknya berbeda bagi bisnis Anda.
Jadi, mana yang sekiranya Anda butuhkan dan paling efisien, apakah pengiriman terjadwal atau on-demand?
Pengiriman Terjadwal
Pengiriman terjadwal biasanya dipilih oleh perusahaan yang sudah memiliki alur distribusi jelas dan berulang atau rutin. Lewat skema ini, jadwal pengiriman ditentukan sejak awal, baik harian, mingguan, maupun dalam periode tertentu, dengan rute dan volume yang relatif konsisten.
Dari sisi pelaku usaha, keuntungan pengiriman terjadwal adalah adanya kepastian logistik dan operasional. Jadwal yang tetap memudahkan tim gudang, produksi, maupun administrasi dalam menyusun rencana kerja.
Biaya logistik juga cenderung lebih mudah diprediksi karena biasanya berbasis kontrak atau kesepakatan jangka waktu tertentu.
Namun, sistem ini bukan tidak ada tantangannya. Ketika permintaan pasar berubah, pengiriman terjadwal seringkali harus beradaptasi.
Saat ada lonjakan order mendadak, seperti payday atau hari besar, perusahaan bisa kekurangan armada. Sebaliknya, saat volume pengiriman/permintaan sedang menurun, biaya tetap berjalan meskipun muatan tidak optimal.
Baca juga: Ketahui Apa Itu Pengiriman Barang Terjadwal dan Keuntungannya
Pengiriman On-Demand
Berbeda dengan pengiriman terjadwal, pengiriman on-demand bekerja berdasarkan kebutuhan saat itu juga. Anda baru pesan armada hanya saat ada barang yang perlu dikirim, tanpa komitmen jadwal atau volume tertentu.
Jika dilihat dari sisi pelaku usaha, skema ini menawarkan fleksibilitas tinggi. Bisnis dapat menyesuaikan pengiriman dengan kondisi real time, baik untuk order mendesak, pengiriman di luar jam operasional, maupun kebutuhan tambahan yang tidak terduga.
Dengan begitu, biaya yang dikeluarkan hanya pada saat pengiriman dilakukan saja. Namun, fleksibilitas ini menuntut kedisiplinan manajemen. Tanpa perencanaan yang matang, biaya per pengiriman bisa terasa lebih mahal dibanding skema rutin atau terjadwal.
Selain itu, pengiriman sering harus dilakukan cepat, sehingga membutuhkan koordinasi internal yang baik. Jadi, pengiriman on-demand bisa sangat praktis, tetapi harus memperhatikan koordinasi tim.
Jika dilihat perbedaannya secara rinci, berikut ini perbedaan pengiriman terjadwal dan on-demand.
|
Aspek Perbandingan |
Pengiriman On-Demand |
Pengiriman Terjadwal |
|
Pola penggunaan |
Digunakan saat ada kebutuhan pengiriman mendadak atau tidak menentu |
Digunakan secara rutin dengan jadwal yang sudah ditentukan |
|
Fleksibilitas waktu |
Sangat fleksibel, bisa dipesan kapan saja sesuai kebutuhan |
Terbatas pada jadwal yang telah disepakati |
|
Perencanaan operasional |
Minim perencanaan jangka panjang, bersifat reaktif |
Membutuhkan perencanaan operasional yang matang |
|
Kontrol biaya |
Biaya muncul per order, bisa bervariasi |
Biaya lebih stabil dan mudah diprediksi |
|
Komitmen jangka panjang |
Tidak ada kontrak atau komitmen tetap |
Biasanya ada kesepakatan jangka waktu atau volume |
|
Respons terhadap lonjakan order |
Sangat cepat dan adaptif |
Kurang fleksibel, perlu penyesuaian tambahan |
|
Risiko idle cost |
Hampir tidak ada, karena bayar saat pakai |
Ada risiko biaya tetap saat volume menurun |
|
Kesesuaian jenis bisnis |
Bisnis dengan order fluktuatif, e-commerce, kebutuhan mendesak |
Distribusi rutin, suplai cabang, volume stabil |
|
Kebutuhan koordinasi internal |
Tinggi, karena keputusan sering mendadak |
Lebih rendah karena alur sudah pasti |
|
Fokus utama |
Kecepatan dan fleksibilitas |
Stabilitas dan efisiensi jangka panjang |
Baca juga: 6 Tips Memilih Armada Pengiriman untuk Barang Berat atau Volume Besar
Sesuaikan Skema Pengiriman dengan Kebutuhan Bisnis
Menurut pengalaman kami, tidak ada satu skema atau jenis pengiriman yang paling benar untuk semua perusahaan. Perusahaan perlu mengombinasikan keduanya agar pengiriman tetap terjadwal.
Misalnya, pengiriman terjadwal untuk kebutuhan rutin, sedangkan on-demand untuk kebutuhan mendesak saat itu juga.
Bagi perusahaan yang membutuhkan pengiriman rutin, tetapi ingin tetap menjaga fleksibilitas tanpa harus mengelola armada sendiri, kini tersedia opsi yang lebih efisien. Salah satunya dengan bergabung sebagai Mitra Bisnis Lalamove+.
Layanan Lalamove+ atau Customized Solution menawarkan pengiriman rutin harian. Perusahaan bisa customized kebutuhan, dari tarif ongkir, jumlah barang yang dikirim, mekanisme handling, rute, dan waktu pengiriman.
Semuanya fleksibel dan mudah karena Anda hanya perlu kirim list alamat atau tujuan H-1 sebelum proses pengiriman berlangsung. Beberapa keunggulan utama layanan ini antara lain:
-
Ongkir flat & fleksibel
-
Perencanaan pengiriman hingga ratusan titik yang efisien
-
Koordinator lapangan untuk mengatur jalannya pengiriman
-
Jaminan ketepatan waktu pengiriman
-
Laporan harian untuk evaluasi kelancaran pengiriman
Solusi ini ideal bagi bisnis yang membutuhkan pengiriman pada volume tinggi, jadwal pengiriman tetap, serta SOP pengiriman yang lebih spesifik.
Jadi, pengiriman terjadwal atau on-demand mana yang lebih efisien, tentu jawabannya kembali pada kebutuhan bisnis Anda. Karena yang paling efisien adalah saat bisnis Anda bisa memadukan kedua jenis pengiriman ini untuk memudahkan proses logistik harian.
Jika bisnis Anda memiliki jadwal pengiriman rutin setiap harinya, gabung Lalamove Customized Solutions jadi solusi tepat. Lewat Lalamove+, proses pengiriman jadi lebih mudah berkat adanya koordinator lapangan.
Optimalkan pengiriman dengan harga fix dengan mengisi form Daftar Mitra Lalamove+ tersebut.
