Bahaya Microsleep bagi Driver Pengiriman dan Cara Mengatasinya

featured image

Ringkasan:

  • Microsleep menjadi sebuah hal yang seringkali dialami oleh para pengemudi, terutama bagi seorang driver yang sehari-hari beraktivitas di jalan.

  • Hal ini sangat berbahaya karena bisa mengurangi konsentrasi hingga meningkatkan risiko kecelakaan.

  • Oleh karena itu Anda harus mengetahui cara-cara untuk mengatasi gejala microsleep tersebut agar tetap aman selama perjalanan dan selamat hingga sampai tujuan.

Seorang driver harus memastikan dirinya dalam kondisi terbaik sebelum mengirimkan barang. Dengan kondisi tubuh driver yang fit, proses pengiriman akan menjadi lebih aman dan terhindar dari bahaya akibat kelelahan maupun kantuk yang dapat memicu kondisi microsleep.

Apa Itu Microsleep?

Microsleep adalah kondisi ketika seseorang tertidur secara singkat selama beberapa detik tanpa disadari. Meski hanya berlangsung 1–10 detik, microsleep dapat berakibat fatal, terutama bagi driver logistik yang menghabiskan banyak waktu di jalan.

Mengapa Microsleep Berbahaya?

Microsleep biasanya terjadi ketika driver sedang dalam kondisi kantuk parah sehingga mereka tak menyadari jika mereka “ketiduran”. Saat terjadi microsleep, beberapa hal berbahaya berikut bisa terjadi.

Otak Tak Bekerja Optimal

Saat tertidur selama beberapa detik, mata biasanya akan terbuka namun otak tak bisa memproses informasi secara optimal, sehingga otak tak bisa merespons kondisi jalan dengan tanggap apabila terjadi sesuatu.

Kehilangan Fokus

Driver bisa kehilangan fokus selama beberapa detik dan tidak menyadari kondisi lalu lintas sekitarnya. Bahkan, beberapa mengalami kondisi seperti black out.

Respons Tubuh Melambat

Microsleep membuat waktu reaksi menjadi hilang atau sangat lambat, sehingga sulit menghindari kendaraan, pejalan kaki, atau hambatan di sekitar kendaraan. Akhirnya, kecelakaan pun tak dapat dihindari karena tubuh terlambat merespons “gangguan”.

Kendaraan dapat Keluar Jalur

Saat microsleep terjadi, driver akan kehilangan kendali terhadap kendaraan, sehingga kendaraan bisa keluar jalur, menabrak pembatas jalan, atau masuk jalur lain.

Risiko Kecelakaan Meningkat

Risiko kecelakaan meningkat drastis, terutama di jalan tol atau saat berkendara jarak jauh, di mana kendaraan cenderung berkendara dengan kecepatan tinggi.

Baca juga: Pentingnya Teknik Defensive Driving untuk Driver Logistik

Gejala Microsleep yang Perlu Diwaspadai

Ada sederet gejala yang biasanya dialami driver sebagai sinyal tubuh akan terjadinya microsleep. Beberapa di antraranya adalah sebagai berikut.

Sering Menguap

Menguap merupakan sinyal dari tubuh bahwa otak sudah mulai lelah dan tingkat kewaspadaan sedang menurun.

Kelopak Mata Terasa Berat

Mata yang sulit terbuka menandakan bahwa konsentrasi mulai berkurang dan tubuh mulai membutuhkan istirahat.

Sulit Mengingat

Kesulitan mengingat merupakan tanda otak sudah tak lagi bisa memproses informasi perjalanan secara optimal akibat kelelahan.

Pandangan Mulai Kosong

Kondisi di mana pandangan mulai kosong dan fokus mulai hilang membuat driver lebih lambat menyadari perubahan situasi di jalan.

Kepala Terangguk Tanpa Sadar

Ini merupakan tanda kuat bahwa tubuh sedang berusaha memasuki fase tidur. Apabila hal ini terjadi, maka tidak ada opsi lain selain melipir sebentar untuk rehat.

Baca juga: Musim Hujan Tetap Gas! Ini 6 Tips Aman Antar Barang ke Konsumen

Cara Mengatasi dan Mencegah Microsleep

Agar terhindar dari microsleep, Anda wajib menerapkan beberapa hal berikut sebelum berkendara.

Prioritaskan Istirahat yang Cukup

Tidur 7–9 jam sebelum bertugas merupakan langkah pencegahan paling efektif. Tidak ada kopi atau minuman energi yang dapat menggantikan kebutuhan tidur.

Istirahat secara Berkala

Saat perjalanan panjang, luangkan waktu untuk berhenti setiap beberapa jam guna meregangkan otot dan menyegarkan pikiran. Short nap akan sangat membantu guna menghindari microsleep.

Jangan Paksakan Diri

Jika rasa kantuk sudah mulai muncul dan sulit ditahan, segera cari tempat aman untuk beristirahat. Menunda istirahat dapat membahayakan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya.

Jaga Hidrasi dan Pola Makan

Kurang minum dan konsumsi makanan berlebihan membuat kantuk semakin mudah datang. Untuk menghindarinya, pilihlah makanan yang cukup bergizi dan tidak terlalu berat sebelum berkendara.

Kenali Batas Kemampuan Tubuh

Setiap orang memiliki tingkat ketahanan fisik yang berbeda. Mengemudi dalam kondisi lelah bukanlah tanda profesionalisme, melainkan risiko yang harus dihindari.

Baca juga: Keuntungan Ambil Orderan Pooling untuk Driver Pengiriman Barang

Driver Profesional Bekerja dengan Profesional

Sebagai seorang driver profesional, biasakan untuk bekerja secara profesional agar tak terjadi bahaya maupun kerugian selama berkendara. Jangan lupa, untuk bermitra dengan layanan pengiriman barang yang juga profesional seperti Lalamove dan jadilah Mitra Driver Lalamove! Berikut ini sederet kelebihannya.

  • Proses Daftar yang Cepat dan Mudah

  • Penghasilan Harian dan Insentif

  • Pesanan Harian Rutin

  • Info Titik Pesanan Terbaru

  • Kerja Lebih Fleksibel

Ingat! Driver yang baik bukanlah yang mampu bereaksi cepat saat bahaya terjadi, melainkan yang mampu mengenali potensi bahaya lebih awal sehingga kecelakaan dapat dicegah.

Daftar Mitra Driver Lalamove di Sini!

Read more