9 Hal yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Renovasi Rumah Dimulai

featured image

Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu Anda perhatikan dan persiapkan sebelum renovasi rumah agar berjalan lancar. Yuk simak bersama!

Renovasi rumah jadi salah satu keputusan besar bagi pemilik rumah sehingga tak bisa dianggap enteng. Perlu persiapan matang demi mencegah masalah baru dan biaya yang membengkak. 

Berikut ini beberapa hal yang perlu dipersiapkan sebelum renovasi rumah dimulai. 

Rencanakan Tujuan Renovasi

Langkah awal yang sering disepelekan adalah merencanakan tujuan renovasi. Apakah renovasi dilakukan untuk menambah ruang, menambah lantai, memperbaiki bagian yang rusak, atau justru semuanya. 

Dengan tujuan yang jelas, Anda bisa menentukan budget serta rencana yang jelas. Hal ini juga mencegah perubahan desain atau penambahan pekerjaan di tengah jalan yang bisa menambah biaya. 

Siapkan Dana Cadangan

Selain biaya utama seperti material dan tenaga kerja, penting untuk menyiapkan dana cadangan. Selalu ada kemungkinan muncul pekerjaan tambahan, penyesuaian desain, atau kondisi bangunan lama yang baru terlihat setelah renovasi berjalan.

Dana cadangan ini (di luar dari anggaran yang sudah ada) akan membantu Anda mengambil keputusan dengan lebih tenang. Jika Anda menggunakan jasa arsitek, desainer interior, atau kontraktor, pastikan proposal anggaran dirinci dengan detail sesuai dengan kebutuhan renovasi.

Menyiapkan Desain

Sebelum renovasi dimulai, pastikan desain sudah dibahas secara detail, baik terkait tata ruang, pencahayaan, sirkulasi udara, maupun kebutuhan instalasi listrik dan air. Lakukan konsultasi kepada pihak-pihak ahli di bidangnya. 

Pada tahap konsultasi, Anda perlu memberikan gambaran atau keinginan rumah yang akan direnovasi agar membantu tukang atau kontraktor bekerja lebih efisien. Gambar kerja, meskipun dalam sketsa 2D atau 3D yang jelas akan mencegah kesalahan di lapangan dan mengurangi risiko bongkar pasang.

Baca juga: 6 Tips Renovasi Rumah Konsep Open Space, Bikin Hunian Makin Lega dan Nyaman

Urus Izin yang Diperlukan Sebelum Renovasi

Salah satu hal yang perlu disiapkan sebelum renovasi rumah adalah perizinan renovasi. Agar lancar, setidaknya ada tiga izin yang perlu Anda kantongi. 

Izin Kepada Tetangga Sekitar

Sebelum renovasi dimulai, disarankan Anda berkomunikasi dengan tetangga kanan, kiri, depan, dan belakang rumah. Izin ini bersifat informal, tetapi sangat penting untuk menjaga hubungan baik dan mencegah konflik. Anda bisa sampaikan rencana renovasi secara langsung atau melalui grup perumahan.

Izin Mendirikan Bangunan (IMB) / Persetujuan Bangunan Gedung (PBG)

Izin ini merupakan izin resmi dari pemerintah daerah yang harus dipenuhi bila renovasi melibatkan perubahan struktur atau fungsi bangunan, seperti mengubah layout ruang, menambah ruang atau lantai, dan membongkar tembok hingga fasad rumah.

Di Indonesia, IMB kini secara legal telah berganti nama menjadi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) sejak diterapkannya Undang-Undang Cipta Kerja. PBG wajib dimiliki sebelum pekerjaan konstruksi atau renovasi besar dimulai. 

Tanpa IMB/PBG yang sesuai, renovasi yang dilakukan bisa berisiko dihentikan, dikenai denda, bahkan bangunan yang sudah dibangun bisa diperintahkan dibongkar.

Izin Kepada Pihak Berwenang Setempat

Meskipun izin ini tidak selalu bersifat formal, ada baiknya melapor kepada RT/RW atau perangkat daerah jika renovasi memiliki dampak besar, misalnya memakan sebagian area publik, menutup akses jalan lingkungan, atau berlangsung dalam jangka waktu panjang.

Kenali Struktur Lama Rumah Anda

Sebelum renovasi dimulai, penting untuk memahami kondisi dan struktur rumah yang sudah ada. Renovasi bukan sekadar menambahkan bangunan baru di atas struktur lama, tetapi menyatukan keduanya dengan aman. Pola ruang, bentuk bangunan, hingga sistem konstruksi lama perlu dipelajari agar hasil renovasi tidak terasa “dipaksakan”.

Baca juga: 9 Tahapan Renovasi Rumah Lama yang Perlu Anda Tahu

Pertimbangkan Gaya Hidup Seluruh Anggota Keluarga

Desain renovasi idealnya mencerminkan cara hidup penghuninya. Setiap keluarga memiliki kebiasaan dan aktivitas yang berbeda, sehingga kebutuhan ruang pun tidak bisa disamaratakan. Ada keluarga yang membutuhkan ruang berkumpul luas, dapur besar untuk digunakan setiap hari, ruang kerja khusus untuk yang WFH, hingga area tenang untuk beristirahat.

Perlu diingat bahwa kebutuhan anak-anak tentu berbeda dengan orang dewasa. Begitu pula lansia yang mungkin memiliki keterbatasan fisik tertentu dan membutuhkan akses ruang yang lebih aman. Semua aspek ini sebaiknya dipertimbangkan sejak awal agar desain rumah tetap relevan dan nyaman digunakan dalam jangka panjang.

Perhatikan Sistem Air & Listrik

Air merupakan elemen vital dalam renovasi rumah, terutama jika Anda berencana menambah kamar mandi atau dapur. Pastikan jalur pipa, tangki air, dan kapasitas pemanas air mampu mendukung kebutuhan baru.

Begitupun dengan listrik. Renovasi rumah sering kali berarti bertambahnya ruang, peralatan, dan kebutuhan daya listrik. Oleh karena itu, panel listrik perlu diperiksa dan, bila perlu, diperbarui agar mampu menampung beban tambahan.

Panel listrik sebaiknya ditempatkan di area khusus yang mudah diakses dan tidak tersembunyi. Jika rumah masih menggunakan sistem kabel lama, renovasi bisa menjadi momen yang tepat untuk memperbarui instalasi listrik demi keamanan dan kenyamanan jangka panjang.

Gunakan Material yang Tahan Lama 

Pemilihan material menjadi faktor penting saat renovasi rumah. Material yang baik tidak hanya kuat dan tahan lama, tetapi juga disesuaikan dengan iklim dan kondisi lingkungan. Untuk menekan biaya renovasi rumah, Anda bisa menggunakan material bekas bongkaran rumah lama yang masih layak pakai. 

Pertimbangkan juga keselarasan tekstur, warna, dan pola pada elemen rumah seperti dinding, lantai, atap, dan furniture. Hal ini mencegah visual yang berantakan dan menambah kenyamanan suatu ruangan. 

Pemilihan material yang tidak terencana dengan baik dapat menimbulkan kesan visual yang berantakan dan mengurangi kenyamanan ruang.

Pastikan Material Datang Tepat Waktu

Hal tak kalah penting saat renovasi rumah adalah memastikan material tidak terlambat datang. Ketika bahan bangunan belum tersedia, pekerjaan otomatis terhenti dan jadwal renovasi bisa berantakan. Karena itu, penting memastikan material utama sudah dipesan sejak awal dan jadwal pengirimannya disesuaikan dengan pekerjaan di lapangan.

Koordinasi antara Anda sebagai pemilik rumah, toko bangunan, dan tukang perlu berjalan lancar agar tidak ada pekerjaan yang tertunda hanya karena kekurangan material. Di sinilah layanan pengiriman yang fleksibel sangat membantu proses renovasi.

Baca juga: 5 Tips Renovasi Rumah Lebih Hemat Bersama Lalamove

Layanan pengiriman on-demand Lalamove, membantu Anda mengatur pengiriman material bangunan sesuai kebutuhan, baik untuk pengiriman mendadak, tambahan bahan di tengah renovasi, maupun pengantaran material berukuran besar. 

Material bisa langsung dikirim dari toko ke lokasi renovasi tanpa harus menunggu lama, sehingga pekerjaan tetap berjalan sesuai rencana dan hambatan operasional bisa diminimalkan.

Armada Lalamove juga lengkap. Anda bisa sewa pick up bak yang cocok untuk pengiriman bahan bangunan dari toko ke rumah. Jika membawa barang berat, dari genteng, semen, keramik, atau bahkan marmer berukuran besar, Lalamove menyediakan armada truk CDD berkapasitas hingga 5.000 kg sehingga Anda tak perlu bolak-balik. 

Untuk memudahkan proses pengangkutan, Lalamove juga menyediakan layanan tambahan seperti Extra Helper. Tak hanya membantu proses dari awal untuk pengiriman bahan bangunan, layanan ini juga siap diandalkan untuk mengirim furniture baru, bahkan dari luar kota. 

Layanan Lalamove di Pulau Jawa hadir di Jabodetabek, Cirebon, Bandung, Semarang,Yogyakarta, Surabaya, dan Malang. Sementara, di Pulau Sumatera, Lalamove kini sudah hadir di Kota Medan, Binjai, dan Deli Serdang.  

Proses angkut bahan bangunan jadi lebih cepat dan praktis dengan layanan Lalamove. Download aplikasinya sekarang!

Download Lalamove Sekarang!

Read more