Ini Cara Mengelola Lonjakan Pengiriman Order Lebaran untuk UMKM yang Perlu Anda Ketahui
Inilah cara yang tepat dalam mengelola lonjakan pengiriman lebaran untuk UMKM yang harus Anda perhatikan agar pengiriman berjalan lancar.
Meski terbaca sebagai “untung besar”, lonjakan pesanan menjelang Hari Raya kerap kali menjadi bumerang bagi suatu usaha. Pasalnya, tak semua bisnis bisa mengelola sistem pengiriman dengan rapi, sehingga banyak usaha yang justru kewalahan dalam menghadapi lonjakan ini.
Untuk itu, sebagai pemilik UMKM yang sedang berkembang, Anda wajib menyiapkan strategi jitu agar momen emas ini tetap mendatangkan keuntungan besar. Beberapa cara tersebut bisa Anda pelajari lewat sederet poin berikut.
Prediksikan Lonjakan dari Data Tahun Sebelumnya
Jika Anda sudah pernah berjualan di Ramadan sebelumnya, cobalah untuk mengecek kapan pesanan mulai naik, produk apa yang cepat habis, dan kapan pengiriman mulai padat. Jika Anda belum memiliki data, Anda bisa mengacu pada patokan umum yang menandai minggu ke-2 dan ke-3 Ramadan sebagai periode puncak sales.
Tentukan Cut Off Pesanan dengan Tegas
Banyak UMKM yang takut kehilangan order dan memutuskan untuk tetap buka jelang Lebaran. Alhasil, banyak pesanan yang terlambat sampai dan membuat pelanggan kecewa. Untuk mengatasi ini, Anda perlu menentukan tanggal terakhir order dengan jelas dan membuat pengumuman mengenai batas pesanan ini melalui media sosial dan messenger apps.
Siapkan Stok dan Bahan Baku Lebih Awal
Kemacetan produksi akibat kekosongan stok bahan baku merupakan hal yang sering terjadi saat pesanan memuncak di bulan Ramadan. Untuk menghindarinya, Anda bisa menghitung estimasi kenaikan order sebelum periode lonjakan terjadi, lalu melakukan pembelian stok bahan baku H-45 sebelum Lebaran, dan membuat buffer stock untuk produk terlaris selama Ramadan.
Pisahkan Tim Berdasarkan Jobdesk
Hentikan kebiasaan untuk membebankan banyak tugas ke satu orang, terutama saat pesanan sedang banyak-banyaknya. Mulailah memisahkan tim berdasarkan jobdesk utama agar tak terjadi chaos selama produksi, pengemasan, dan pengiriman barang.
Baca juga: Info Jam Sibuk Pengiriman Barang Menjelang Lebaran dan Cara Menghindarinya
Gunakan Sistem Batch Packing
Jangan membiasakan diri untuk mengemas pesanan satu per satu setiap ada order yang masuk. Gunakan sistem batch, dengan mencetak resi 20-50 buah sekaligus dan menyusun packing berdasarkan batch dan ekspedisi. Langkah ini efektif mengurangi waktu switching tugas dan membuat pekerjaan menjadi lebih cepat.
Prioritaskan Produk Fast Moving
Jangan mengorbankan konsistensi produksi untuk kuantitas. Justru, Anda harus bisa memilah produk mana yang sekiranya akan laris di pasaran selama Ramadan, untuk kemudian menitikberatkan produksi pada produk-produk tersebut.
Jalin Kemitraan dengan Layanan Delivery Profesional
Proses produksi yang baik tidak akan bisa berjalan dengan baik tanpa adanya sistem logistik yang tepat. Untuk itu, Anda perlu menjalin kemitraan dengan layanan delivery profesional yang memberi berbagai kemudahan selama proses pengiriman barang berlangsung.
Oleh karena itu, Anda bisa mulai bermitra dengan Lalamove dan bergabung menjadi Mitra Bisnis Lalamove. Layanan andal ini telah dipercaya selama belasan tahun oleh pelanggan personal dan mitra bisnis di Indonesia dan Asia.
Dengan Mitra Bisnis Lalamove, Anda bisa mendapatkan prioritas pengiriman yang memastikan pesanan sampai lebih cepat dan tepat waktu.
Selain itu, Anda juga bisa menikmati berbagai keuntungan eksklusif, seperti diskon dan cashback yang membantu menghemat biaya operasional. Tidak hanya itu, fitur-fitur berikut akan mempermudah pengelolaan bisnis Anda:
-
Satu akun untuk banyak pengguna – Kelola tim pengiriman dalam satu platform tanpa perlu akun terpisah.
-
Laporan keuangan yang terpusat – Semua pengeluaran pengiriman tercatat dalam satu laporan bulanan untuk memudahkan pemantauan pemakaian.
-
Asuransi lebih tinggi – Semua pesanan dilindungi dengan asuransi dan asuransi premium tambahan tersedia sesuai permintaan.

