7 Kesalahan Pengiriman Pada Bisnis Kuliner yang Harus Anda Hindari
Berikut ini adalah beberapa kesalahan pengiriman yang masih sering terjadi di bisnis kuliner lokal. Simak agar Anda bisa menghindari kesalahan tersebut.
Dalam bisnis kuliner, rasa enak saja sebenarnya belum cukup. Banyak usaha makanan yang sudah punya dapur besar dan tim produksi yang rapi, tapi tetap mendapat komplain. Penyebabnya sering kali bukan dari masakan Anda, melainkan dari proses pengiriman.
Hal ini cukup sering terjadi pada bisnis kuliner khas daerah yang sudah bermain di skala menengah sampai besar. Contohnya usaha lumpia di Semarang, gudeg dan bakpia di Yogyakarta, atau empal gentong di Cirebon.
Produknya laku dan banyak pesanan, bahkan hingga ke luar kota. Namun, justru pengiriman jadi tantangan karena barang bisa sampai dalam kondisi hancur atau berbau akibat kesalahan yang tak Anda sadari.
Agar tak terulang, hindari kesalahan pengiriman yang sering terjadi di bisnis kuliner berikut ini.
Baca juga: 8 Tips Memulai Bisnis Makanan Online untuk Pemula
Makanan Langsung Dikemas
Kesalahan ini sangat sering terjadi. Karena pesanan banyak, makanan yang masih panas langsung dimasukkan ke packaging, lalu dikirim. Tujuannya agar cepat, tapi dampaknya bisa berbahaya buat bisnis Anda.
Misalnya saja, gudeg kaleng yang masih panas jika tidak didinginkan sebelum ditutup bisa membuatnya cepat basi. Jangan biarkan uap terperangkap di plastik atau kaleng.
Menggunakan Satu Jenis Kemasan untuk Semua Menu
Agar praktis dan hemat, banyak UMKM memakai satu jenis kemasan untuk semua produk. Padahal, cara ini sering jadi sumber kerusakan makanan saat pengiriman.
Kotak tertutup rapat memang cocok untuk bandeng presto, tapi kurang cocok untuk lumpia goreng. Plastik tipis mungkin cukup untuk bakpia, tapi sangat berisiko untuk empal gentong atau makanan berkuah. Akhirnya, makanan sampai dalam kondisi tumpah, berubah tekstur, atau aromanya bercampur.
Jadi, pastikan sesuaikan jenis plastik atau kemasan sesuai dengan karakteristik makanan Anda. Pelajari artikel 10 Jenis Plastik Packing yang Bakal Lindungi Produk Anda Sampai ke Konsumen.
Jadwal Kirim Tidak Disesuaikan dengan Kondisi Jalan
Kesalahan ini kelihatannya sepele, tapi dampaknya besar. Banyak usaha mengatur jam kirim berdasarkan jam siap dapur, tanpa memikirkan kondisi jalan.
Pengiriman lumpia di Semarang sore hari atau gudeg di Yogyakarta pagi hari sering terjebak macet. Waktu tempuh yang seharusnya 30 menit bisa jadi satu jam lebih. Selama itu, makanan berada di kendaraan tanpa kontrol suhu yang baik. Akhirnya, makanan sampai dingin, berminyak, atau tampilannya sudah berubah.
Tidak Memberi Instruksi ke Kurir
Saat akan kirim makanan, jangan langsung berikan begitu saja ke kurir. Kurir tidak selalu tahu karakter makanan yang dibawa, apalagi jika Anda kirim lewat ekspedisi yang menggabungkan aneka produk dalam satu pengiriman.
Bandeng presto bisa cepat hancur bila ditindih paket lain atau makanan berkuah bisa terguncang karena dibawa terburu-buru. Semua ini terjadi bukan karena kurir ceroboh, tapi karena tidak ada instruksi dari pengirim.
Kesalahan ini sering terjadi pada usaha yang volume pengirimannya sangat banyak sehingga luput dengan hal-hal kecil seperti ini.
Menggabungkan Terlalu Banyak Pesanan dalam Satu Pengiriman
Agar hemat ongkos, beberapa usaha memilih menggabungkan banyak pesanan sekaligus. Masalah muncul ketika rute menjadi panjang dan waktu tempuh bertambah.
Pesanan yang harusnya sampai lebih dulu justru ikut muter karena ada alamat lain. Makanan yang seharusnya langsung dikonsumsi jadi terlalu lama di perjalanan.
Jika ingin hemat di ongkir, pastikan untuk tetap menjaga kualitas makanan. Pilih jasa pengiriman yang akan menyesuaikan alamat dengan rute tercepat.
Seperti Lalamove yang punya layanan Multi Stop. Dengan Multi Stop Lalamove, pelaku usaha bisa kirim banyak pesanan hingga ke 19 titik berbeda dalam satu pengiriman. Biaya pengiriman jadi lebih hemat dan nggak repot pesan berkali-kali. Lalamove juga menyediakan optimasi pilihan rute terbaik dan efisien sehingga barang bisa sampai ke tangan konsumen lebih cepat.
“Lalamove itu banyak manfaatnya buat kita selama ini, harga yang kompetitif dan semakin kesini Lalamove semakin mudah mencari mitra pengemudinya, sama driver Lalamove lebih aktif kalo berangkat di foto dan sampe barangnya sampai juga di foto,” ucap Andi Heriandi, pemilik Pawon Indonesia.
Seiring dengan peningkatan pesanan catering dari pelanggan, Pawon Indonesia menjadi Mitra Bisnis Lalamove untuk memudahkan pengiriman dan merasakan berbagai fitur dan promo menarik.
Simak selengkapnya di sini: Pawon Indonesia: Multistop Berhasil Hemat Pengiriman Nasi Box Ramadhan
Tidak Punya SOP Khusus untuk Pengiriman Makanan
Hindari juga kesalahan ini. Banyak UMKM sudah punya SOP dapur, tapi belum punya SOP pengiriman. Akibatnya, setiap karyawan punya cara sendiri-sendiri dalam mengemas dan mengantar makanan.
Hari ini rapi, besok berantakan. Hari ini aman, besok bocor. Ketidakkonsistenan ini membuat kualitas produk yang diterima pelanggan tidak stabil. Padahal, SOP sederhana seperti urutan pengemasan, cara menyusun box, dan batas waktu maksimal pengiriman akan sangat membantu.
Menganggap Keluhan Pengiriman sebagai Masalah Biasa
Jangan memandang keluhan terkait pengiriman sebagai masalah biasa karena tak berkaitan dengan kualitas produk. Padahal, dari sudut pandang pelanggan, rasa, tampilan, dan kondisi makanan saat diterima menjadi pengalaman penting bagi mereka. Artinya, pengiriman yang bermasalah akan berpengaruh langsung pada reputasi brand Anda, khususnya bagi bisnis kuliner.
Untuk bisnis kuliner lokal, terutama yang sudah di skala menengah, pengiriman bukan lagi sekadar urusan antar barang. Pengiriman jadi bagian dari produk Anda yang perlu perhatian khusus.
Kalau makanan sampai dengan kondisi baik, pelanggan akan ingat rasanya. Tapi kalau sampai rusak, berbau, atau tumpah, yang diingat adalah pengalaman yang tidak menyenangkan sehingga berdampak langsung pada kepercayaan pelanggan Anda.
Baca juga: 9 Keunggulan Kirim Makanan dengan Lalamove untuk Pelaku Usaha
Sudah ada lebih dari 15.000 Mitra Bisnis Lalamove yang mempercayakan urusan logistik atau pengiriman barang dengan Lalamove. Sebagai platform pengiriman on-demand, Lalamove hadir sebagai solusi yang fleksibel bagi pelaku bisnis kuliner.
Anda bisa pilih armada disesuaikan dengan berat dan ukuran produk. Untuk pengiriman dalam jumlah kecil, ada armada sepeda motor yang telah dilengkapi dengan Lalabag gratis untuk menjaga kualitas makanan.
Kalau butuh armada tertutup, Lalamove menyediakan armada mobil, blind van, pick up box, hingga truk box berkapasitas besar yang selalu tersedia 24 jam. Lalamove juga hadir melayani pengiriman antarkota.
Jadi, kalau mau kirim produk ke reseller, layanan kirim instan Lalamove bisa menjangkau area Jabodetabek, Cirebon, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, dan Malang. Sementara di luar Pulau Jawa, kini Lalamove hadir di Kota Medan, Binjai, dan Deli Serdang.
Nikmati prioritas pengiriman dan cashback setiap bulan dengan daftar atau upgrade ke akun Mitra Bisnis Lalamove. Berikut ini cara upgrade ke akun bisnis.
-
Kunjungi website Lalamove dan masuk ke akun Anda.
-
Cari dan pilih opsi upgrade akun ke akun bisnis.
-
Isi formulir pendaftaran dengan informasi bisnis yang diperlukan, seperti nama perusahaan, alamat, dan kontak yang relevan.
-
Tim Lalamove akan memverifikasi informasi Anda. jika sudah diverifikasi, Anda akan menerima pemberitahuan persetujuan upgrade.
-
Setelah akun berhasil di-upgrade, Anda bisa mulai menggunakan semua fitur dan manfaat yang ditawarkan oleh akun bisnis Lalamove.
Kini hindari kesalahan pengiriman produk kuliner Anda dengan mempercayakan layanan Lalamove. Download aplikasi Lalamove sekarang!
