Waspada Tantangan Distribusi Bahan Baku Bisnis F&B yang Bisa Bikin Dapur Mogok
Ringkasan:
-
Hambatan logistik utama yang sering mengganggu operasional bisnis F&B, seperti keterlambatan pengiriman bahan baku saat jam ramai hingga pembengkakan biaya operasional akibat rute yang tidak efisien.
-
Risiko penurunan kualitas bahan baku sensitif (perishable) selama perjalanan yang juga dapat mempengaruhi rasa dan keamanan pangan jika tidak ditangani dengan sistem pengiriman yang tepat.
-
Dibutuhkan layanan pengiriman instan seperti Lalamove, yang membantu distribusi bahan baku untuk pelaku bisnis F&B agar dapur tidak “mogok” dan orderan berjalan lancar.
Memulai bisnis food and beverage (F&B) sering terlihat mudah. Punya resep enak dan lokasi yang strategis saja kadang dianggap sudah cukup untuk menarik pelanggan. Namun setelah operasional berjalan, banyak pelaku usaha baru menyadari bahwa tantangan sebenarnya justru ada pada pengelolaan bahan baku dan distribusinya.
Bahan yang terlambat datang, kualitas yang berubah saat pengiriman, atau biaya logistik yang tiba-tiba meningkat bisa langsung mengganggu operasional dapur. Hal-hal kecil seperti ini sering kali menentukan apakah bisnis F&B bisa berjalan stabil atau justru kewalahan di tengah ramainya pesanan.
Lalu, apa saja tantangan dalam distribusi bahan baku bisnis F&B?
Pengiriman yang Terlambat
Dalam bisnis F&B, waktu sangat menentukan. Jika bahan baku utama belum tiba saat dapur mulai produksi, seluruh alur kerja bisa langsung terganggu.
Misalnya, sayuran segar, ayam, ikan, atau bumbu utama yang belum datang saat jam operasional. Tim dapur harus menunda produksi menu tertentu, yang akhirnya berujung pada pesanan yang tidak bisa dipenuhi pelanggan.
Keterlambatan seperti ini biasanya memicu efek domino di dapur, seperti:
-
Persiapan makanan jadi tertunda
-
Stok bahan menjadi tidak stabil
-
Beberapa menu harus dihentikan sementara
-
Potensi penjualan hilang saat jam ramai
Masalahnya, kondisi ini bisa terjadi karena berbagai faktor. Mulai dari kemacetan di kota besar, jarak pengiriman yang jauh, hingga proses distribusi yang belum tertata dengan baik.
Baca juga: Bagaimana Bisnis F&B Tumbuh Lebih Cepat dengan Sistem Central Kitchen dan Logistik on-Demand?
Menjaga Kualitas Bahan Selama Pengiriman
Selain soal waktu, kualitas bahan juga menjadi perhatian penting dalam bisnis kuliner. Banyak bahan makanan yang tergolong mudah rusak (perishable), seperti daging, ikan, produk susu, atau bahan beku.
Bahan-bahan seperti ini membutuhkan penanganan khusus selama pengiriman agar kualitasnya tetap terjaga saat tiba di dapur. Biasanya diperlukan sistem rantai dingin (cold chain), yaitu proses distribusi dengan suhu yang terkontrol.
Jika suhu selama pengiriman tidak stabil, kualitas bahan bisa menurun meskipun secara visual masih terlihat baik. Hal ini tentu berisiko bagi bisnis, karena kualitas bahan baku sangat berpengaruh pada rasa dan keamanan makanan yang disajikan.
Karena itu, banyak bisnis F&B mulai lebih selektif dalam memilih metode pengiriman, terutama untuk bahan yang sensitif terhadap suhu.
Baca juga: Kirim Frozen Food Antarkota Semakin Mudah dan Praktis Pakai Lalamove
Biaya Logistik
Tantangan lain yang sering dihadapi bisnis kuliner adalah biaya distribusi. Dalam operasional restoran, ongkos pengiriman bahan baku bisa menjadi komponen penting dalam perhitungan biaya produksi.
Ada beberapa hal yang biasanya membuat biaya logistik meningkat, seperti:
-
Kenaikan harga bahan bakar
-
Kebutuhan kemasan khusus untuk menjaga kualitas bahan
-
Rute pengiriman yang kurang efisien
-
Pengiriman yang tidak terjadwal dengan baik
Jika tidak dikelola dengan tepat, biaya distribusi bisa terus meningkat dan memengaruhi margin keuntungan bisnis.
Karena itu, banyak pelaku usaha F&B mulai mencari cara agar proses pengiriman bahan baku bisa dilakukan dengan lebih efisien.
Strategi Agar Distribusi Bahan Baku Lebih Efisien
Untuk menjaga operasional dapur tetap stabil, bisnis F&B biasanya mulai menerapkan beberapa strategi dalam pengelolaan distribusi bahan.
Salah satunya adalah menu engineering, yaitu menyusun menu dengan mempertimbangkan efisiensi penggunaan bahan. Dengan cara ini, satu jenis bahan bisa digunakan untuk beberapa menu sekaligus sehingga pembelian bahan menjadi lebih efisien.
Selain itu, teknologi juga mulai banyak dimanfaatkan untuk membantu perencanaan bahan baku. Sistem digital dapat membantu memprediksi kebutuhan bahan berdasarkan penjualan, sehingga pengiriman bisa direncanakan dengan lebih akurat.
Beberapa bisnis juga mulai menerapkan langkah, seperti:
-
Bekerja sama dengan lebih dari satu supplier
-
Menjadwalkan pengiriman bahan secara rutin
-
Memanfaatkan layanan logistik yang fleksibel
Cara ini membantu dapur tetap berjalan lancar meskipun jumlah pesanan meningkat atau cabang usaha bertambah.
Agar distribusi bahan baku lebih mudah dikelola, banyak bisnis F&B kini memanfaatkan layanan logistik Lalamove yang dirancang khusus untuk kebutuhan usaha.
Lebih dari 15.000 Mitra Bisnis Lalamove menggunakan fitur yang memudahkan proses distribusi bahan baku bisnis F&B.
Salah satu fitur yang cukup membantu adalah Multi-Stop, yaitu pengiriman yang memungkinkan satu armada mengantarkan barang ke beberapa lokasi sekaligus. Cara ini sering digunakan oleh bisnis yang memiliki beberapa outlet atau membutuhkan pengiriman ke beberapa titik dalam satu perjalanan.
Tak hanya itu, Lalamove juga menawarkan berbagai pilihan armada pengiriman, termasuk kendaraan berpendingin untuk bahan makanan segar atau frozen, tarif yang transparan, serta fitur Live Tracking agar pengiriman dapat dipantau secara langsung.
Untuk pengiriman bahan baku kecil, Anda bisa order sepeda motor yang telah dilengkapi dengan Lalabag gratis. Sementara untuk bahan baku banyak, bisa sewa blind van atau pick up box yang lebih menjaga bahan baku dari panas dan hujan.
Bagi bisnis F&B yang ingin membuat distribusi bahan baku lebih efisien, segera gabung jadi Mitra Bisnis Lalamove. Fitur ini memberikan akses ke berbagai solusi pengiriman yang fleksibel untuk kebutuhan operasional harian.
Daftar sebagai Mitra Bisnis Lalamove melalui tautan di sini. Dapatkan berbagai keuntungannya, dari prioritas pengiriman, kemudahan pengiriman ke luar kota, diskon & cashback setiap bulan, dedicated customer service, asuransi pengiriman, hingga bisa terintegrasi dengan API Solutions Lalamove sehingga pengiriman lebih otomatis.
FAQ
Tantangan utamanya adalah keterlambatan pengiriman yang memicu efek domino di dapur, sulitnya menjaga suhu bahan makanan agar tidak rusak selama perjalanan, dan biaya logistik yang tidak terduga.
Karena keterlambatan bisa membuat stok bahan tidak stabil dan persiapan menu tertunda. Akibatnya, pesanan pelanggan tidak bisa terpenuhi dan bisnis kehilangan potensi pendapatan saat jam sibuk.
Bahan seperti daging, susu, dan sayuran mudah rusak (perishable). Tanpa sistem rantai dingin (cold chain) atau suhu yang terkontrol, kualitas dan keamanan bahan bisa menurun drastis meskipun secara visual terlihat masih baik.
Pelaku usaha bisa mengoptimalkan biaya dengan menjadwalkan pengiriman secara rutin, menggunakan teknologi untuk perencanaan stok, serta memanfaatkan layanan pengiriman yang efisien seperti fitur multi-stop.
Ada. Lalamove hadir sebagai solusi on-demand pelaku bisnis F&B yang telah dipercaya lebih dari 15.000 Mitra Bisnis Lalamove. Lalamove menyediakan berbagai pilihan armada, dari sepeda motor, mobil, blind van, pick up, hingga truk berkapasitas besar.
Lalamove menyediakan armada dengan kotak pendingin untuk menjaga kualitas bahan tetap segar. Selain itu, adanya fitur Live Tracking membantu pemilik bisnis memantau posisi bahan baku secara real-time untuk memastikan ketepatan waktu sampai di dapur.
Bisa. Saat ini Lalamove hadir di Jabodetabek, Cirebon, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, dan Malang. Sementara di Pulau Sumatera hadir di Kota Medan, Deli Serdang, dan Binjai.