Cara Menghitung Kebutuhan Cat Tembok Agar Tidak Boros saat Renovasi
Mengganti cat tembok menjadi salah satu cara untuk renovasi rumah agar terlihat lebih fresh. Biar nggak boncos, simak cara menghitung kebutuhan cat tembok berikut ini.
Mengganti warna cat dinding menjadi salah satu renovasi rumah yang banyak dilakukan keluarga menjelang bulan Ramadan. Hal ini memberikan suasana rumah berbeda dengan biaya yang lebih terjangkau.
Saat mengecat rumah, salah satu kesalahan paling sering terjadi adalah salah menghitung kebutuhan cat tembok. Akibatnya, cat bisa kurang di tengah pengerjaan atau justru berlebih dan terbuang.
Karena itu, ketahui cara menghitung kebutuhan cat tembok agar tidak boros saat renovasi. Simak dalam artikel berikut.
Baca juga: 9 Inspirasi Warna Cat Luar Rumah yang Sejuk & Elegan
Cara Menghitung Kebutuhan Cat Tembok dengan Tepat

Image: Freepik (DC Studio)
Berapa sebenarnya kebutuhan cat tembok per meter persegi? Untuk mendapatkan hasil yang akurat, perhitungan cat tidak bisa dilakukan secara asal.
Ada beberapa tahapan yang perlu diperhatikan, mulai dari mengukur luas dinding, memahami daya sebar cat, hingga menyesuaikan dengan kondisi bangunan. Berikut panduan lengkap cara menghitung kebutuhan cat tembok agar tidak salah beli.
Menghitung Luas Dinding yang Akan Dicat
Tahap awal adalah mengukur luas permukaan dinding yang akan dicat. Gunakan meteran untuk mengetahui panjang dan tinggi setiap sisi dinding di dalam ruangan.
Sebagai contoh, sebuah ruangan berukuran 4x5 meter dengan tinggi 3 meter memiliki:
-
Dua sisi dinding berukuran 4 × 3 meter
-
Dua sisi dinding berukuran 5 × 3 meter
Untuk menghitung kebutuhan cat tembok, Anda perlu hitung luas setiap sisi dinding dengan mengalikan panjang dan tingginya. Berikut cara hitungnya:
Luas dua dinding berukuran 4 × 3 meter:
2 × (4 × 3) = 24 m²
Luas dua dinding berukuran 5 × 3 meter:
2 × (5 × 3) = 30 m²
Jika dijumlahkan, total luas seluruh dinding adalah:
24 m² + 30 m² = 54 m²
Menentukan Daya Sebar Cat
Setelah mengetahui luas dinding, langkah berikutnya adalah melihat daya sebar cat. Daya sebar menunjukkan berapa luas bidang yang bisa ditutup oleh 1 liter cat dalam satu kali pengecatan.
Pada umumnya, cat tembok memiliki daya sebar sekitar 10-12 m² per liter, tergantung merek dan jenis cat. Untuk memudahkan perhitungan dan menghindari kekurangan, sebaiknya gunakan angka aman, yaitu 10 m² per liter.
Contoh perhitungan:
Jika luas dinding yang akan dicat adalah 54 m² dan daya sebar cat 10 m² per liter, maka:
54 : 10 = 5,4 liter
Artinya, Anda membutuhkan sekitar 5-6 liter cat untuk satu lapisan.
Baca juga: 7 Tips Mengecat Tembok Rumah Lebih Sejuk Tanpa Tukang
Menghitung Estimasi Kebutuhan Cat
Image: Freepik (jcomp)
Setelah mengetahui luas dinding dan daya sebar cat, Anda bisa menghitung kebutuhan cat secara keseluruhan. Sebagai patokan umum, 1 liter cat digunakan untuk 10 m².
Misalnya, total luas dinding dua kamar tidur setelah dihitung adalah 178 m². Maka kebutuhan catnya adalah 178 : 10 = 17,8 liter
Angka ini masih bersifat estimasi awal dan perlu disesuaikan kembali dengan bukaan seperti pintu dan jendela.
Mengurangi Luas Pintu dan Jendela
Dalam sebuah ruangan, tidak semua bagian dinding akan dicat. Area pintu dan jendela perlu dikurangkan dari total luas dinding.
Sebagai contoh:
-
Dua ruangan masing-masing memiliki pintu berukuran 1 × 3 meter
-
Luas satu pintu = 3 m²
Jadi, total luas dua pintu = 6 m²
Jika salah satu ruangan juga memiliki jendela berukuran 3 × 2 meter, maka luas jendela tersebut adalah 6 m². Apabila total luas dinding awal adalah 178 m², maka rumus yang dihitung adalah sebagai berikut:
Luas Dinding - Luas Pintu - Luas Jendela = Luas Area yang Dicat
Dari rumus tersebut, dapat dihitung estimasi kebutuhan cat tembok Anda, yakni 178 m² - 6 m² - 6 m² = 166 m².
Mengonversi Kebutuhan Cat ke Satuan Kilogram
Cat tembok umumnya dijual dalam kemasan kilogram, bukan liter. Perlu diketahui bahwa 1 liter cat tidak sama dengan 1 kilogram, karena massa jenis cat lebih berat dari air.
Rata-rata massa jenis cat tembok adalah sekitar 1,4 kg per liter.
Dengan contoh sebelumnya,, kebutuhan cat dalam satuan liter dapat dihitung sebagai berikut:
166 m² : 10 m²/liter = 16,6 liter cat untuk satu lapisan.
Sehingga kebutuhan catnya adalah 16,6 liter × 1,4 kg = 23,24 kg.
Artinya, kebutuhan cat tembok untuk satu lapisan pengecatan adalah sekitar 24-25 kg cat.
Apabila dinding akan dicat sebanyak dua lapisan agar warna lebih rata dan tahan lama, maka kebutuhan cat tinggal dikalikan dua, yaitu 25 kg × 2 = 50 kg cat.
Angka tersebut bersifat estimasi tergantung jenis cat yang Anda gunakan. Metode pengecatan, dengan roller atau kuas juga mempengaruhi jumlah kebutuhan cat tembok. Untuk hasil terbaik, selalu sediakan cadangan cat sekitar 10-15% dari total kebutuhan.
Baca juga: 7 Alasan Kirim Material Bahan Bangunan dengan Pick Up Bak Lalamove
Demikian informasi seputar cara menghitung kebutuhan cat tembok saat renovasi rumah. Mengecat tembok memang terlihat mudah, tapi ternyata Anda membutuhkan teknik yang tepat.
Penting juga untuk memilih cat sesuai kebutuhan. Ada banyak jenis cat dengan harga beragam sehingga kualitasnya berbeda. Sebaiknya, pilih cat berkualitas tinggi yang bisa mewarnai dinding hanya dalam 2-3 lapis.
Cat berkualitas juga biasanya warna tak mudah pudar dengan daya sebar yang lebih luas. Hasil akhirnya bisa lebih halus dan merata. Berbeda dengan cat berkualitas rendah yang membutuhkan hingga 5-6 lapis untuk mendapat hasil yang sama. Selain boros waktu dan tenaga, juga bisa menguras biaya renovasi rumah karena membutuhkan lebih banyak cat.
Setelah mengetahui cara menghitung kebutuhan cat tembok dengan tepat, langkah selanjutnya adalah memastikan pengiriman cat berjalan aman dan lancar, terutama jika jumlahnya cukup banyak.
Seperti pada contoh di atas, kebutuhan cat bisa mencapai 25-50 kg, belum termasuk bahan renovasi lain seperti semen, peralatan, atau perlengkapan bangunan tambahan lainnya.
Untuk kebutuhan pengiriman cat tembok berukuran besar maupun material renovasi rumah lainnya, Anda bisa mengandalkan layanan pengiriman Lalamove.
Lalamove menyediakan berbagai pilihan armada yang cocok untuk pengiriman bahan bangunan, dari blind van, pick up bak, pick up box, hingga truk berkapasitas besar untuk, pengiriman barang berat dan banyak. Cat dalam kaleng besar pun bisa dikirim dengan lebih efisien tanpa harus bolak-balik dan lebih aman tanpa perlu repot angkut sendiri karena ada fitur Extra Helper.
Pengiriman bisa dilakukan secara instan maupun terjadwal, sehingga cocok untuk Anda yang ingin menyesuaikan jadwal renovasi rumah. Dengan fitur Live Tracking, Anda juga dapat pantau proses pengiriman cat dan material renovasi secara real time hingga tiba di lokasi.
Percayakan urusan pengiriman cat, semen, pasir, atau bahan material bangunan lainnya dengan Lalamove. Proses renovasi rumah jadi lebih praktis. Download aplikasi Lalamove sekarang!

