Penghasilan Sebagai Mitra Sempat Kalahkan Gaji Kantoran

Motornya tenggelam, banjir besar yang sempat mampir di Jakarta pada awal 2020 ia terobos demi mengantarkan paket katering makanan pelanggannya.

Setiap hari, selepas menunaikan solat subuh, Zulhelmi Putra berangkat dari rumah memacu motornya membelah Jakarta. Lelaki asal Sumatra Barat ini sudah bergabung menjadi mitra Lalamove sejak 2018.

Sebelum bergabung sebagai mitra, Zul sempat beristirahat selama dua bulan setelah melepas pekerjaannya sebagai seorang penyelia di salah satu rekanan BUMN yang bergerak di bidang telekomunikasi. Dinamika dunia digital akhirnya mempertemukan Zul dengan informasi kesempatan menjadi mitra Lalamove.

“Waktu itu saya tahu Lalamove dari media sosial, Instagram. Dari situlah saya akhirnya coba daftar. Jujur, yang membuat saya tertarik menjadi mitra adalah insentif dan bonusnya yang besar.”

-Zuhelmi Putra, Mitra Roda Dua Lalamove

Insentif & Bonus yang Menjanjikan

Sejak bergabung pada 2018, profesi sebagai mitra driver Lalamove adalah satu-satunya mata pencarian yang ia tekuni. Berangkat meninggalkan rumah sejak pagi-pagi buta hingga menyelesaikan pengantaran terakhir jelang tengah malam ia lakoni setiap hari.

Tidak jarang, lintas provinsi ia tempuh demi mengantarkan paket pelanggan. Tak heran, komitmen tingginya sebagai mitra terbayar dengan penghasilan bulanan yang cukup memuaskan.

Bahkan, Zul mengaku ia pernah mencapai satu titik ketika penghasilannya sebagai mitra Lalamove jauh lebih besar dibandingkan saat ia berstatus sebagai penyelia. “Bisa dibilang waktu itu penghasilan saya lebih besar daripada kerja kantoran. Waktu 2018, rata-rata penghasilan tiap bulan bisa mencapai Rp7juta,” kenang Zul.

Zul sadar, bekerja di bidang jasa tentu harus memperhatikan kepuasan pelanggan. Dalam pekerjaannya sebagai mitra pengantar paket, ketepatan waktu pengantaran sangat ia jaga dengan hati-hati.

Alhasil, tidak sedikit pelanggan yang puas dengan layanan pengantaran yang ia lakukan hingga akhirnya rutin menggunakan jasanya. “Jadi, di Lalamove itu ada yang namanya ‘driver favorit’. Kebetulan karena saya sudah lumayan lama jadi driver, banyak pelanggan yang memilih saya sebagai ‘driver favorit. Biasanya, jadwal pengantaran pagi dan malam itu yang memang sudah langganan,” ungkapnya dengan antusias.

Berbagai Jalan Ditempuh Demi Paket Sampai Tepat Waktu

Meski harus berangkat kerja pagi-pagi buta hingga malam hari, Zul paham menjaga kesehatan dengan istirahat cukup sangat penting dalam menunjang pekerjaannya. Untuk itu, agar ia tetap mendapat cukup waktu istirahat, ia menyiasatinya dengan bekerja setengah hari pada Sabtu dan istirahat total hari Minggu.

“Biasanya kalau istirahat ya tidur aja seharian di rumah atau sesekali main futsal bareng teman-teman. Tapi karena kondisi lagi pandemi, ya udah saya tidur aja,” tukasnya sambil tertawa ringan.

Hampir tiga tahun Zul bergabung menjadi mitra Lalamove. Berbagai rute perjalanan dan rintangan pun pernah ia hadapi. “Wah, banyak banget rute ajaib. Waktu itu pernah antar barang dari Pulogadung sampai Balaraja. Terus juga pernah pas lagi pengantaran malam ke daerah Dadap, ban motor bocor di jalan yang dikelilingi sawah. Untung aja komunitas mitra driver kami juga kuat. Alhamdulillah, dapat bantuan walaupun harus menunggu satu setengah jam,” kenangnya.

Bukan hanya itu, saat awal 2020 banjir mampir ke Jakarta, Zul pernah harus menerobos banjir dengan ketinggian pinggul orang dewasa untuk mengantarkan paket pelanggannya. Meski ia sempat kesal karena merasa “tertipu” oleh peta digital yang mengarahkannya ke jalan banjir, namun pada akhirnya ia tetap mengantarkan paket tersebut dengan selamat.

“Ya mau gimana lagi kan. Udah nanggung juga. Terabas aja sekalian biar paketnya bisa sampai. Waktu yang saya antar paket katering makanan soalnya,” cerita Zul sambil tertawa.

 

Ingin Seperti Bapak Zuhelmi? Yuk, Daftar Jadi Mitra Lalamove Sekarang!

Driver Story 2W - Zuhelmi

Daftar Mitra Driver Lalamove

 

Baca Juga: 'Fleksibilitas Jam Kerja & Kesempatan Santai Nikmati Jeda'

Read more